Media Berperan Penting Bentuk Perspektif Moderasi Beragama

  • 17 Feb 2026 09:30 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang- Media menjadi salah satu pemegang peranan penting di masyarakat, sebagai pembentuk perspektif lewat informasi. Termasuk juga bagi isu moderasi beragama, yang juga bisa terbangun lewat pemberitaan meskipun dengan tantangan yang semakin kompleks.

Menurut Davino Krisna Hermawan sebagai Pemimpin Umum LPM Opini Fisip Undip 2025, peran pers cukup penting dalam moderasi beragama. Perannya yang cukup penting dalam membentuk persepsi masyarakat, membuat kehadirannya cukup krusial untuk menjaga kerukunan.

“Karena media sebenarnya bukan sekadar sebagai penyampai informasi, tetapi juga membentuk perspektif dari masyarakat. Makanya bagaimana cara media membingkai sebuah isu dalam hal ini moderasi beragama dan toleransi, itu bisa membangun pandangan masyarakat terhadap isu tersebut,” jelasnya dalam program SPADA PRO 2 RRI Semarang, Selasa, 10 Februari 2026.

Kehadiran media sosial yang cukup cepat, disebutnya menjadi tantangan bagi media saat ini dalam menyuarakan moderasi beragama. Ia memandang, keinginan untuk cepat update dan mudahnya konteks informasi terpotong, membuat pers seharusnya tidak larut dalam arus tersebut.

“Tantangannya untuk pers itu supaya jangan terbawa arus tersebut, jangan hanya untuk mengejar engagement yang tinggi namun juga kedalaman beritanya. Jadi verifikasi data kemudian prinsip keberimbangan dan hal-hal seperti pemilihan diksi, penting untuk diperhatikan supaya tidak memicu konflik di masyarakat,” ungkap Davino.

Davino memandang, saat ini, secara umum, pers sudah banyak yang mencoba adil dan berimbang dalam menjaga isu toleransi. Namun pada praktiknya, masih bisa berpotensi memunculkan bias dari pemilihan judul hingga siapa yang diberikan ruang berbicara.

“Soal agama dan toleransi itu kan isu yang kompleks, tapi seringkali disederhanakan hanya untuk mengejar kecepatan dan perhatian publik. Jadi mungkin kalau dilihat bukan semata-mata niat untuk tidak ada, tapi dilema antara kecepatan atau kedalaman beritanya di lapangan,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....