Tradisi Nyadran, Antara Hubungan Horisontal dan Vertikal
- 06 Feb 2026 20:13 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Nyadran merupakan rangkaian ritual yang dilakukan oleh masyarakat Jawa, khususnya yang berasal dari Jawa Tengah. Nyadran umumnya merupakan tradisi menyapu makam di daerah pedesaan.
Dalam bahasa Jawa, nyadran berasal dari kata Sadran yang artinya Ruwa Shakban. Nyadran adalah seperangkat budaya yang melibatkan pembersihan makam leluhur, biasanya juga diadakan kenduri atau slametan di makam leluhur.
Tradisi Nyadran merupakan peninggalan Hindu dengan sentuhan ajaran Islam. Tradisi Nyadran adalah bentuk komunikasi ritual di antara orang Jawa / sesama manusia, sedangkan Nyekar diyakini untuk menjalin hubungan dengan Sang Pencipta.
Secara umum, Tradisi Nyadran terdiri dari berbagai kegiatan, yakni :
Melakukan besik, yaitu pembersihan makam leluhur dari kotoran dan rerumputan. Dalam Kegiatan ini masyarakat dan antar keluarga saling bekerjasama gotong-royong untuk membersihkan makam leluhur.
Kirab, merupakan arak-arakan peserta Nyadran menuju ketempat upacara adat dilangsungkan.
Ujub, menyampaikan Ujub atau maksud dari serangkaian upacara adat Nyadran oleh Pemangku Adat.
Doa, Pemangku Adat memimpin kegiatan doa bersama yang ditujukan kepada roh leluhur yang sudah meninggal.
Kembul Bujono dan Tasyukuran, setelah dilakukan doa bersama kemudian dilanjutkan dengan makan bersama.
Masyarakat menggelar Kembul Bujono atau makan bersama dengan setiap keluarga yang mengikuti kenduri membawa makanan sendiri. Makanan yang dibawa berupa makanan tradisional, seperti ayam ingkung, sambal goreng ati, urap sayur dengan lauk rempah, prekedel, tempe dan tahu bacem, dan lain sebagainya.
Setelah masyarakat telah berkumpul dan membawa kendurinya masing-masing, kemudian makanan yang dibawa diletakkan didepan untuk didoakan oleh pemuka agama setempat. Bertujuan untuk mendapatkan berkah, kemudian tukar menukar makanan yang tadi dibawa oleh masyarakat.
Mengakhiri acara, masyarakat melakukan makan berasama dengan saling bersendau gurau untuk saling mengakrabkan diri. Hal ini agar hubungan sosial kemasyarakatan terjalin dengan baik diantara warga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....