Di Era Digital, Anak Muda Tetap Butuh Bersosialisasi

  • 04 Feb 2026 12:50 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Di tengah era serba digital, anak muda tetap perlu ruang berinteraksi secara langsung dengan orang lain. Aktivitas sederhana, seperti nongkrong atau bergabung dengan komunitas, ternyata punya peran dalam membentuk kepribadian.

Bersosialisasi di usia muda membantu remaja dan pemuda belajar komunikasi, empati, dan cara memahami orang lain. Dari obrolan ringan, muncul rasa percaya diri dan kemampuan bekerja sama.

Manfaat lain yang jarang disadari adalah berkurangnya stres dan rasa kesepian. Interaksi langsung bisa menjadi tempat curhat dan pelepasan emosi, bahkan berbagi kebahagiaan.

Mahasiswa asal Yogyakarta, Salwa (20), mengungkapkan pentingnya bersosialisasi di usia muda, “Aku pernah ikut leadership bootcamp dan program dosen, dari situ ketemu temen baru yang pengalaman dan ilmunya ga bisa ditemuin kalo ga di situ, nongkrong sama temen lama juga jadi healing buat aku” ujarnya, Rabu, 4 Februari 2026.

Tak sedikit juga anak muda yang menemukan peluang kerja atau freelance dari relasi yang dibentuk. Hal itu dialami oleh pekerja asal Bekasi, Didik (29).

“Saya dapat pekerjaan dari temannya sepupu. Waktu itu dikenalin lalu ketemuan buat obrolin lowongan kerja di kantornya,” ucapnya.

Selain itu, menurutnya, bersosialisasi juga melatih kemampuan menghargai perbedaan pendapat. Pertukaran pikiran satu sama lain memperluas sudut pandang kita dalam melihat suatu hal.

Oleh karena itu, relasi di usia muda bukan sekadar untuk teman main, tetapi investasi jangka panjang. Selama apa yang dilakukan itu positif, bersosialisasi membantu diri untuk berkembang lebih baik secara fisik dan emosional. (Nina)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....