Salat Tasbih di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Tata Caranya
- 03 Feb 2026 09:49 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Salat Tasbih menjadi salah satu amalan yang dianjurkan untuk menghidupkan malam Nisfu Sya'ban. Selain Salat Tasbih, umat Islam juga dapat melaksanakan salat sunnah hajat, salat taubat, maupun salat sunnah mutlak.
Berdasarkan kalender Hijriah Indonesia yang disusun Kementerian Agama, malam Nisfu Sya'ban 1447 H jatuh pada Senin malam, 2 Februari 2026. Sementara, puasa Nisfu Sya'ban atau 15 Sya'ban dilaksanakan pada Selasa, 3 Februari 2026.
Akademisi UIN Raden Mas Said Surakarta, Susilo Surahman, mengatakan, malam Nisfu Sya'ban merupakan malam yang sangat mulia. "Wahai para hamba Allah, sesungguhnya malam kalian ini, malam nisfu syaban itu mulia, hebat sifatnya, Allah yaththali'u terhadap hamba-nya untuk mengampuni mereka kecuali orang yang ingkar terhadap-Nya", ungkapnya, Senin, 2 Februari 2026.
Ia menjelaskan, dalam buku Malam Nisfu Sya'ban karya Hanif Luthfi, dijelaskan, Nisfu Sya'ban berasal dari kata nisfu yang berarti setengah dan sya'ban yang berarti bulan Sya'ban. Dengan demikian, malam Nisfu Sya'ban adalah malam pertengahan bulan Sya'ban, yang dalam kalender Qomariyah jatuh pada malam tanggal 14 Sya'ban.
Karena keistimewaannya, para ulama menganjurkan umat Islam untuk menghidupkan malam Nisfu Sya'ban dengan berbagai amalan saleh. Amalan tersebut di antaranya membaca Surah Yasin, salat sunnah mutlak, salat tasbih, salat taubat, berdzikir, berdoa, serta berpuasa keesokan harinya.
Susilo menambahkan, dalam buku karya Ustadz Muhammad Ajib berjudul 33 Macam Jenis Shalat Sunnah dijelaskan bahwa Salat Tasbih merupakan salat sunnah empat rakaat. Di dalamnya terdapat bacaan tasbih sebanyak 300 kali.
Gerakan dan bacaan Salat Tasbih memiliki perbedaan dibandingkan salat sunnah pada umumnya. Berikut tata cara Salat Tasbih yang dapat dilaksanakan pada malam Nisfu Sya'ban:
Pertama, membaca niat Salat Tasbih.
أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli sunnat tasbiihi rak‘ataini lillaahi ta‘aalaa.
Artinya: “Aku menyengaja sholat sunnah tasbih dua rakaat karena Allah SWT".
Kedua, melaksanakan takbiratul ihram bersamaan dengan niat. Selanjutnya membaca doa iftitah.
Ketiga, membaca Surah Al-Fatihah. Setelah itu, dilanjutkan membaca surat dari Al-Qur’an.
Disunnahkan membaca Surah At-Takaatsur, Al-‘Ashr, Al-Kaafirun, dan Al-Ikhlas. Bacaan tersebut dilakukan setelah Surah Al-Fatihah.
Keempat, membaca tasbih sebanyak 15 kali sebelum ruku.
سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
Latin: Subhaanallah wal hamdulillah wa laailaaha illa alloohu wallaahu akbar wa laa hawla wa laa quwwata illa billaahil ‘aliyyil ‘azhiimi.
Salat Tasbih kemudian dilanjutkan hingga empat rakaat sesuai ketentuannya. Amalan ini diharapkan menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meraih ampunan-Nya di malam Nisfu Sya'ban. (Rel/Put)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....