Jejak Sejarah Klenteng Tek Hay Bio di Semarang
- 02 Feb 2026 11:40 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang: Klenteng Tek Hay Bio berada di kawasan Pecinan Semarang, tepatnya dekat Pasar Semawis yang ramai aktivitas budaya. Bangunan ibadah ini berlokasi di Jalan Gang Pinggir Nomor 105–107 dan telah ditetapkan sebagai cagar budaya.
Klenteng Tek Hay Bio berfungsi sebagai tempat ibadah umat Tridharma yang mencakup ajaran Tao, Konghucu dan Buddha. Bangunan klenteng memiliki beberapa ruang ibadah seperti ruang utama, ruang sayap, serta ruang atas bertingkat.
Berdasarkan catatan sejarah Tek Hay Bio termasuk salah satu klenteng tertua di kawasan Pecinan Semarang. Klenteng ini dibangun pada rentang tahun 1754 hingga 1757 untuk menghormati tokoh bernama Kwik Lak Kwaa atau Tek Hay Cin Jin.
Kwik Lak Kwaa dikenal sebagai pedagang yang juga memiliki kemampuan mengobati penyakit masyarakat sekitar. Ia terlibat perlawanan terhadap penjajah Belanda pasca Tragedi Angke tahun 1740 di Batavia.
Kekalahan persenjataan memaksa Kwik Lak Kwaa dan pengikutnya melarikan diri ke wilayah Jawa Tengah. Mereka menyusun serangan balasan bersama pejuang pribumi dan Pasukan Sepanjang menuju wilayah Tegal.
Namun perjalanan tersebut berakhir tragis ketika kapal mereka dirampok dan diterjang badai di lautan. Sejak peristiwa itu banyak kesaksian menyebut Kwik Lak Kwaa memberikan kesembuhan secara spiritual.
Masyarakat kemudian meyakini Kwik Lak Kwaa diangkat sebagai dewa pelindung khususnya bagi pelaut. Menurut laman inibaru.id, kisahnya sampai ke Dinasti Qing dan Kaisar Qianlong menganugerahinya gelar orang suci pelindung para pedagang di lautan (Zehai Zhenren).
Keunikan Tek Hay Bio juga terlihat dari ratusan papan arwah leluhur yang tersimpan rapi di klenteng. Susunan rupang dan altar bertingkat mencerminkan hierarki dewa serta ajaran moral Tridharma.
Keberadaan Klenteng Tek Hay Bio tidak hanya menjadi tempat ibadah tetapi juga ruang edukasi sejarah. Klenteng ini menjadi simbol toleransi budaya sekaligus pengingat kontribusi komunitas Tionghoa bagi Semarang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....