Batik Semarangan, Sejarah dan Makna di Balik Motifnya
- 02 Feb 2026 08:56 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Batik Semarangan merupakan bagian dari sejarah panjang masyarakat Semarang. Motif-motif batiknya menggambarkan keberagaman etnis dan budaya yang sejak lama ada, seperti tumbuhan, fauna, dan ikon lokal.
Budayawan Kampoeng Djadhoel Semarang, Luwiyanto, mengatakan, Asem Semarangan menjadi motif khas. “Motif batiknya itu beragam, Asem Semarangan jadi dasar, lalu ditambah motif lain yang ada di Semarang seperti Tugu Muda atau Masjid Agung,” ujarnya, Senin, 2 Februari 2026.
| Baca juga: Mudik sebagai Sarana Melepas Penat Pekerjaan |
Ia menambahkan bahwa bentuk dan motif juga dipengaruhi akulturasi tiga budaya. “Ada juga motif Warak Ngendog dengan kepala naga menyimbolkan etnis Tionghoa, badan unta menyimbolkan etnis Arab, kaki kambing menyimbolkan etnis pribumi,” katanya.
Menurutnya, Batik Semarangan tidak memiliki aturan khusus dalam pemakaiannya. Warna dan motifnya bisa dipakai kapan saja sesuai selera pemakainya.
Selain itu, pelestarian batik mendapat respons positif dari para pengunjung yang datang langsung. Mereka juga tertarik pada makna motif batik yang dipajang dan diperjualbelikan.
Pengunjung Kampoeng Djadhoel, Miftahul, mengaku baru mengetahui makna Batik Semarangan. “Saya ke kampung batik ini untuk tugas, saya jadi tahu nama-nama motif batik khas Semarang dan maknanya Warak Ngendog yang biasanya ada di Dugderan,” ucapnya.
Melalui kegiatan edukasi batik, salah satunya di Kampoeng Djadhoel, sejarah Batik Semarangan terus dikenalkan kepada masyarakat luas. Batik ini diharapkan tidak hanya sebagai oleh-oleh, tetapi juga dikenal sebagai sejarah kebanggaan Semarang. (Nina)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....