Variasi Menu, Kunci Anak Semangat Sahur

  • 31 Jan 2026 06:49 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Memasuki minggu pertama bulan suci Ramadhan, para orang tua seringkali menghadapi tantangan besar dalam membangunkan buah hati untuk makan sahur. Rasa kantuk yang berat seringkali membuat nafsu makan anak menurun drastis, padahal asupan nutrisi di jam sahur sangat krusial untuk menjaga energi mereka selama berpuasa seharian penuh.

Para ahli gizi menyarankan agar orang tua tidak hanya fokus pada kandungan gizi, tetapi juga pada visual dan variasi rasa agar anak lebih bersemangat saat menyantap hidangan di dini hari. Kunci utama dalam menyusun menu sahur anak adalah keseimbangan antara karbohidrat kompleks dan protein.

Karbohidrat seperti nasi merah atau gandum memberikan energi yang tahan lama, sementara protein dari telur atau ayam membantu anak merasa kenyang lebih lama. Namun, penyajiannya harus kreatif, misalnya nasi goreng yang dibentuk menyerupai karakter kartun favorit atau telur dadar gulung dengan sayuran warna-warni.

Selain makanan berat, menu "Finger Food" atau makanan yang mudah digenggam menjadi tren praktis bagi ibu rumah tangga di Ramadhan tahun ini. Menu seperti nugget ayam homemade, sandwich isi selai kacang dan pisang, atau risol isi sayur sangat disukai anak karena mudah dikunyah tanpa perlu usaha besar.

Keunggulan menu ini adalah kemudahan dalam persiapan (bisa disiapkan sejak malam hari) sehingga orang tua tidak perlu terburu-buru saat menyiapkan hidangan sahur di waktu yang terbatas. Tidak lupa, asupan cairan dan serat dari buah-buahan harus tetap terjaga untuk mencegah dehidrasi dan sembelit pada anak.

Jika anak sulit mengonsumsi buah potong secara langsung, orang tua bisa menyajikannya dalam bentuk smoothies dingin atau salad buah dengan sedikit madu. Tekstur minuman yang segar cenderung lebih mudah diterima oleh tenggorokan anak saat sahur dibandingkan makanan yang terlalu berminyak atau pedas, yang justru berisiko memicu gangguan pencernaan selama berpuasa.

Sebagai penutup, keterlibatan anak dalam memilih menu juga memberikan dampak psikologis yang positif. Dengan menanyakan keinginan mereka di malam hari atau mengajak mereka menyiapkan peralatan makan, anak akan merasa memiliki tanggung jawab untuk menghabiskan makanan yang telah disepakati.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....