Krema Kopi, Indikator Kesegaran Biji Kopi

  • 30 Jan 2026 13:14 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Krema merupakan lapisan busa halus biasanya berwarna coklat keemasan yang muncul di atas permukaan kopi espresso yang baru saja diekstrasi. Sering disebut sebagai “Mahkota Kopi” krema kopi juga menjadi salah satu indicator kesegaran biji kopi.

Krema kopi terbentuk ketika air di bawah tekanan tinggi melarutkan karbon dioksida dari biji kopi yang dipanggang. Gelembung-gelembung gas ini kemudian terperangkap dalam minyak alami kopi, menciptakan tekstur kental dan lembut yang menjadi ciri khas kopi berkualitas tinggi.

Kehadiran krema bukan sekedar hiasan visual, biji kopi yang baru disangrao mengandung lebih banyak gas karbondioksida sehingga menghasilkan lapisan krea yang tebal dan tahan lama. Sebaliknya biji kopi yang sudah lama biasanya menghasilkan sedikit atau bahkan tidak ada krema sekali menandakan profil rrasa kopi tersebut sudah memudar.

Pembentukan krema dipengaruhi oleh variable ekstrasi seperti suhu air dan tekanan mesin. Apabila tekanan mesin tepat, krema akan memiliki kepadatan yang cukup untuk menahan taburan gula pasir di atasnya selama beberapa detik sebelum tenggelam ke dasar cangkir.

Krema biasanya dibedakan berdasarkan biji kopi yang digunakan, krema Arabika cenderung menghasilkan krema yang lebih tipis, kemerahan dan aroma yang sangat komplek. Sementara biji kopi Robusta menghasilkan krema yang lebih tebal, lebih berbusa dan berwarna gelap meskipun aromanya tidak sehalus Arabika.

Warna dan tekstur krema juga mencerminkan tingkat roasting (pemanggangan). Krema yang terlalu pucat biasanya menandakan ekstrasi yang kurang sempurna, sementara krema yang sangat gelap bisa menandakan kopi terbakar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....