Waspada Love Scamming

  • 30 Jan 2026 06:48 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang: Di zaman media sosial dan aplikasi kencan online, tidak semua hubungan romantis benar-benar tulus. Ada modus penipuan yang memanfaatkan perasaan dan harapan cinta seseorang, dikenal sebagai love scamming atau romance scam.

Pelaku berpura-pura menjalin hubungan romantis untuk mendapatkan keuntungan finansial dari korbannya. Love scamming biasanya dimulai lewat perkenalan di media sosial atau platform kencan online.

Pelaku menggunakan identitas palsu, foto menarik, dan cerita hidup yang meyakinkan untuk mendekati korban. Setelah “terhubung”, mereka membangun kedekatan emosional dengan cepat agar korban merasa nyaman dan percaya.

Perilaku pelaku sering kali tampak tulus dan penuh perhatian. Kata-kata manis, pesan hangat, dan perhatian konstan membuat korban merasa dipahami, dicintai, dan aman.

Setelah korban merasa nyaman, pelaku mulai meminta bantuan finansial. Alasan yang sering digunakan antara lain biaya pengobatan, tiket perjalanan, masalah visa, atau peluang investasi palsu.

Kasus love scamming bukanlah hal langka. Banyak korban kehilangan uang dalam jumlah besar, tidak hanya di Indonesia, tapi di seluruh dunia.

Beberapa tanda love scamming yang perlu diwaspadai antara lain komunikasi yang cepat dan intens sejak awal. Selain itu, enggan bertemu langsung atau video call, serta cerita hidup yang terdengar terlalu sempurna atau sering berubah.

Pelaku juga kerap meminta bantuan finansial secara mendesak atau berulang, terutama ketika hubungan baru dimulai. Permintaan yang tiba-tiba dan tidak wajar ini adalah salah satu indikasi kuat adanya penipuan.

Karena love scamming memanfaatkan emosi dan kebutuhan akan hubungan, korban sering kali sulit menyadari bahwa itu penipuan. Banyak yang merasa malu atau takut dianggap bodoh karena percaya pada orang yang belum pernah ditemui secara langsung.

Untuk menghindari menjadi korban, penting menjaga kewaspadaan saat berinteraksi dengan orang baru secara online. Jangan terlalu cepat percaya, selalu verifikasi identitas, hindari mengirim uang atau data pribadi, dan waspadai permintaan mendesak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....