Pisang Byar, Pisang Tanduk Khas Muria Kudus

  • 26 Jan 2026 12:18 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang: Pisang Byar merupakan sebutan masyarakat lokal untuk pisang tanduk yang tumbuh subur di Desa Colo, lereng Pegunungan Muria, Kabupaten Kudus. Pisang ini dikenal sebagai salah satu hasil bumi khas kawasan pegunungan dengan cita rasa manis dan sedikit asam.

Berdasarkan informasi pada laman proinvestku.kuduskab.go.id, Desa Colo memiliki potensi wisata alam dan agro yang berkembang secara alami. Hasil pertanian lokal, termasuk Pisang Byar, menjadi bagian dari daya tarik desa wisata Muria.

Pisang Byar tumbuh optimal berkat kondisi tanah yang subur dan iklim sejuk pegunungan Muria. Lingkungan alam tersebut mendukung kualitas buah yang besar, padat, dan bercita rasa khas.

Masyarakat setempat umumnya mengolah Pisang Byar dengan cara sederhana, yakni dikukus hingga matang. Metode ini dipilih untuk mempertahankan rasa alami tanpa tambahan bahan lain.

Setelah dikukus, Pisang Byar memiliki tekstur lembut dengan aroma khas pisang tanduk. Rasa manis berpadu keasaman ringan menjadikannya camilan tradisional yang digemari warga maupun wisatawan.

Selain dikonsumsi sendiri, Pisang Byar juga dijual secara terbatas di sekitar kawasan wisata Colo. Keberadaannya sering dimanfaatkan sebagai sajian pendamping bagi pengunjung yang datang ke kawasan Muria.

Pengembangan pangan lokal seperti Pisang Byar sejalan dengan upaya penguatan desa wisata berbasis alam dan budaya. Pemerintah daerah berharap potensi ini dapat mendukung perekonomian masyarakat sekaligus melestarikan kekayaan kuliner lokal Kudus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....