Polisi Sukses Beternak Entok Jumbo, Begini Kisahnya

  • 05 Des 2025 13:43 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Seorang Bintara Pelaksana Pelayanan Samsat Polres Purworejo, Aiptu Winarto, memiliki kegiatan produktif di luar dinas. Ia sukses beternak entok jumbo dengan memanfaatkan pekarangan di belakang rumahnya.

Dirinya menceritakan, usaha ternak entok yang digelutinya tersebut berawal secara sederhana saat dirinya masih berdinas di Sabhara. Awalnya, seorang rekan menawarkan anak entok yang berusia dua minggu sebanyak 7 ekor.

“Namun akibat faktor alam, 3 ekor mati. Hanya menyisakan 4 ekor yang terdiri dari 1 jantan dan 3 betina," kata Aiptu Winarto saat ditemui di kandang entoknya, Jumat (5/12/2025).

Lebih lanjut, Aiptu Winarto mengungkapkan, dari empat ekor itu akhirnya berkembang. “Kurang lebih satu tahun berjalan, mulai awal Januari lalu,” ujarnya.

Setelah masuk Satlantas, ia tetap melanjutkan usaha ternak entok. Untuk mendukung perkembangan ternaknya, ia membeli mesin penetas telur.

Selain membesarkan indukan, setiap hari ia juga menetaskan telur-telur entok. Melalui mesin penetas berkapasitas 25 telur, rata-rata 18 telur berhasil menetas.

“Untuk perawatan entok tidak sulit, cukup pagi ngasih makan, sore ngasih makan. Tiga hari sekali bersihin kandang dan nyemprot supaya tidak bau,” ujarnya.

Pakan yang diberikan juga sederhana, yaitu daun pepaya, kangkung yang dicampur katul sama obat biar tidak bau. "Saat ini, jumlah entok yang saya pelihara mencapai sekitar 50 ekor, termasuk anakan," katanya.

Aiptu Winarto juga mengapresiasi pimpinan yang selalu mendukung kegiatan positif anggota di luar jam kerja selama tidak mengganggu tugas kedinasan. "Beternak entok ini juga memberikan nilai tambah bagi perekonomian keluarga, anakan berusia dua minggu dijual dengan harga Rp15-20 ribu per ekor," katanya.

Ia juga sering membagikan pengetahuan budidaya kepada masyarakat. Banyak warga yang menghubunginya melalui pesan WhatsApp dan Facebook untuk belajar, menanyakan cara merawat entok, hingga datang langsung untuk atau membeli.

“Selama ini banyak yang ingin belajar beternak entok. Mereka lihat kok budidayanya mudah dan cepat berkembang, belum sampai setahun sudah lebih dari 100 ekor,” ucapnya.

Tantangan terbesar dalam budidaya entok adalah pakan, yang bisa menghabiskan 10 kilogram dedek dalam sehari. "Jadi saya campur dengan sayuran supaya lebih hemat,” ucapnya. (AS/APR)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....