Da-Hong Pao, Teh Termahal di Dunia

  • 20 Nov 2025 19:21 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Da-Hong Pao dikenal sebagai salah satu teh paling langka dan berharga di dunia karena produksinya yang sangat terbatas. Teh ini berasal dari pegunungan Wuyi di Fujian, Tiongkok, sebuah wilayah yang terkenal dengan tradisi teh berusia ratusan tahun.

Berdasarkan laman Nationalgeographic.co.id, Da-Hong Pao dihargai 1,2 juta dollar AS atau setara Rp19,6 miliar rupiah (kurs Rp16.295). Sebuah harga yang membuatnya berada di posisi puncak dalam daftar teh termahal di dunia.

Sebagai jenis oolong tea, Da-Hong Pao memiliki rasa kompleks dengan aroma panggang khas yang sulit ditiru oleh teh lain. Keistimewaannya berasal dari pohon-pohon teh tua yang tumbuh di tebing batu dan hanya dapat dipanen dalam jumlah sangat kecil.

Legenda Tiongkok menyebutkan teh ini dinamai setelah seorang pejabat era Dinasti Ming menghadiahkan jubah merah kepada tanaman teh yang menyembuhkan ibunya. Sejak itu, Da-Hong Pao dipercaya membawa nilai kesehatan sekaligus makna spiritual bagi masyarakat setempat.

Kelangkaan teh ini semakin meningkat ketika pemerintah Tiongkok menghentikan panen dari pohon induk Da-Hong Pao demi menjaga kelestariannya. Panen terakhir pada 2005 hanya menghasilkan beberapa kilogram, yang kemudian terjual dengan harga mencapai jutaan dolar per kilogram.

Meski teh yang beredar saat ini berasal dari kloning pohon asli, proses pembuatannya tetap mengikuti metode tradisional Wuyi yang sangat ketat. Teknik panggang berulang dan fermentasi bertahap membuat karakter rasa teh ini tetap dihargai oleh para penikmat teh dunia.

Da-Hong Pao juga menjadi simbol budaya Tiongkok yang sering hadir dalam upacara kenegaraan dan dijadikan hadiah kehormatan bagi tamu penting. Kehadiran teh ini merefleksikan hubungan kuat antara tradisi minum teh, sejarah, dan identitas masyarakat Tiongkok.

Hingga kini, Da-Hong Pao tidak hanya dipandang sebagai minuman premium, tetapi juga sebagai warisan budaya bernilai tinggi dari masa Dinasti Ming. Dari sarang tebing Wuyi hingga meja teh modern, teh ini terus menghubungkan masa lalu dengan masa kini dalam setiap seduhannya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....