Belangkas, Si Hewan Purba yang Bisa Deteksi Bakteri

  • 26 Okt 2025 07:44 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Belangkas merupakan hewan laut purba yang telah hidup sejak lebih dari 450 juta tahun lalu. Satwa ini dikenal sebagai “fosil hidup” karena bentuk tubuhnya hampir tidak berubah sejak zaman prasejarah.

Belangkas banyak ditemukan di perairan dangkal berpasir di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Habitat utamanya berada di pesisir pantai, muara sungai, hingga daerah berlumpur yang kaya bahan organik.

Ciri khas paling menonjol dari belangkas adalah darahnya yang berwarna biru akibat kandungan hemocyanin berbasis tembaga. Keunikan ini menjadikannya berbeda dari makhluk hidup lain yang umumnya memiliki darah merah berbasis zat besi.

Darah belangkas memiliki kemampuan luar biasa dalam mendeteksi keberadaan bakteri berbahaya. Reaksi alami dalam darahnya menggumpal saat bersentuhan dengan toksin bakteri, melindungi tubuh dari infeksi.

Kemampuan ini dimanfaatkan dunia medis melalui uji Limulus Amebocyte Lysate atau LAL Test. Tes tersebut berfungsi mendeteksi kontaminasi bakteri pada obat-obatan, vaksin, dan alat kesehatan sebelum digunakan manusia.

Namun, keberadaan belangkas kini terancam akibat eksploitasi berlebihan dan kerusakan habitat pesisir. Upaya pelestarian serta penelitian pengganti sintetis darah belangkas terus dikembangkan untuk menjaga keberlanjutan spesies ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....