Sunan Muria, Mendakwahkan Islam Melalui Kesenian Jawa
- 20 Sep 2025 19:38 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Raden Umar Said atau Sunan Muria adalah anak dari Sunan Kalijaga dengan Dewi Saroh. Nama Muria, diperkirakan oleh masyarakat sekitar Kota Kudus berasal dari nama gunung, yakni Gunung Muria.
Gunung Muria itulah tempat di mana kini Sunan Muria dimakamkan. Ia dikenal sebagai Sunan Muria karena pusat dakwah dan bermukim beliau di Bukit Muria.
Dalam sejarah tidak diketahui secara persis tahun meninggalnya dan menurut perkiraan, Sunan Muria meninggal pada abad ke-16 dan dimakamkan di Bukit Muria, Kudus.
Gaya dakwah Sunan Muria pada umumnya mengambil metode yang digunakan ayahnya, Sunan Kalijaga, yakni menggunakan kesenian. Namun, Sunan Muria lebih senang tinggal jauh dari hiruk pikuk kota dan tinggal di daerah terpencil untuk menyebarkan agama
Tidak ada yang meragukan reputasi Sunan Muria dalam melakukan dakwahnya. Gayanya yang moderat, mengikuti Sunan Kalijaga, yakni menyusup melalui berbagai tradisi kebudayaan Jawa.
Misalnya saja, adat kenduri yang dilakukan di hari-hari tertentu setelah kematian seseorang, seperti nelung dino hingga nyewu, yang tidak diharamkannya. Hanya saja, tradisi yang berbau klenik seperti membakar kemenyan atau menyuguhkan sesaji diganti dengan berdoa ataupun shalawat.
Selain itu, Sunan Muria juga berdakwah melalui berbagai macam kesenian Jawa. Misalnya, saja menciptakan macapat, lagu Jawa, lagu sinom dan juga kinanti yang dipercaya sebagai karya Sunan Muria, yang hingga kini masih lestari.
Melalui tembang-tembang tersebut, Ia mengajak umatnya untuk mengamalkan ajaran Islam. Ia juga turut mengajarkan cara bercocok tanam, jual beli dan melaut kepada rakyat jelata.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....