Saloka Jawa, Menggambarkan Sifat dengan Keadaan Hewan?
- 01 Agt 2025 22:36 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Saloka merupakan pepatah Jawa yang terdiri dari rangkaian kata yang bersifat tetap dalam penggunannya, tidak bisa diubah ke bahasa krama atau yang lainnya.
Berbeda dengan bebasan yang pengandaiannya berupa suatu sifat manusia dan suatu keadaan. Saloka menggunakan pengandaian keadaan hewan.
Jadi kata dalam bebasan ini memiliki makna konotatif, mengandung makna pengandaian yang digambarkan dengan keadaan sato kewan (hewan).
Peribahasa yang menggunakan nama dan atau perilaku hewan sebagai kiasannya. Namun bukan berarti menyamakan sifat antara manusia dengan hewan.
Lebih jelasnya, berikut beberapa contoh Saloka :
Kebo nusu gudel (kerbau menyusu pada anaknya), artinya orang tua yang minta diajari oleh orang yang lebih muda.
Cecak nguntal empyak, artinya: orang yang bercita-cita diluar kemampuannya.
Tekek mati ulune, artinya: orang yang celaka karena omongannya sendiri.
Gagak nganggo elare merak, artinya: orang miskin berlagak sebagai orang terpandang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....