Tradisi Apitan, Sinergitas Ajaran Islam dengan Budaya Jawa
- 15 Mei 2025 21:54 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Mengulik tradisi atau budaya di tanah Jawa seakan tak akan kehabisan bahan bahasan. Sebab masyarakat Jawa sejak dahulu terkenal memiliki relasi yang kuat dengan alam.
Kedekatan masyarakat Jawa dengan alam bukan dalam tataran ritual saja, tapi dijadikan syarat bagi nilai teologis. Karena hampir semua tradisi Islam di Jawa merupakan produk Wali Songo yang sudah dibungkus dengan ajaran Islam.
Salah satu contoh tradisi yang dimaksud adalah tradisi Apitan. Menurut sebuah sumber, tradisi Apitan diyakini mulai dilaksanakan sekitar 500 tahun lalu.
Tepatnya pada masa penyebaran agama Islam di tanah Jawa oleh Wali Songo. Tradisi Apitan adalah tradisi sedekah bumi yang biasanya dilakukan oleh masyarakat Jawa setiap satu tahun sekali.
Nama Apitan sebenarnya diambil dari nama bulan Apit. Yakni bulan yang diapit (terjepit) oleh dua bulan yang masing-masing terdapat hari raya, bulan Syawal dan Dhulhijah.
Oleh karena itu, tradisi Apitan dilakukan di antara dua hari raya besar, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Tradisi Apitan memiliki tujuan religius, sebab tradisi ini adalah ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil panen.
Prosesi Apitan biasanya dimulai dengan masyarakat yang datang berbondong-bondong ke Balai Desa dengan membawa makanan dan minuman. Semua makanan dan minuman itu akan disantap bersama setelah prosesi Apitan.
Acara inti biasanya dimulai pada sore hari, masyarakat akan berkumpul dan melakukan selametan. Setelah itu makan bersama untuk mempererat tali silaturahmi.
Tradisi Apitan akan ditutup pada malam hari dengan pagelaran wayang kulit, kethoprak, atau kesenian lainnya. Budaya ini terus dilakukan sebagai bentuk pelestarian budaya Jawa yang konon dimulai oleh Sunan Kalijaga.
Tradisi Apitan juga biasanya diselenggarakan dengan khataman Al Quran. Masyarakat mengadakan do’a bersama pada Allah Swt untuk keselamatan warga dari segala bencana serta diperlancar dalam menggapai rezeki.(TLM)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....