Makna Telur dalam Tradisi Paskah

  • 18 Apr 2025 18:51 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Telur bukan sekadar bahan pangan biasa, di balik bentuknya yang sederhana, telur telah lama dimaknai sebagai lambang kehidupan baru. Sejak era kuno, berbagai kebudayaan menjadikan telur sebagai simbol kesuburan dan harapan akan datangnya musim semi.

Dalam tradisi pagan Eropa, telur melambangkan kelahiran kembali alam setelah musim dingin yang panjang. Ketika agama Kristen mulai menyebar ke wilayah tersebut, simbolisme telur tidak ditinggalkan, melainkan diadaptasi untuk menggambarkan kebangkitan Kristus dari kematian.

Pada Abad Pertengahan, umat Kristiani menjalani masa Prapaskah dengan pantangan mengonsumsi telur. Oleh karena itu, saat perayaan Paskah tiba, telur menjadi hidangan istimewa yang menandai akhir dari masa penantian rohani.

Tradisi menghias telur kemudian berkembang, terutama di wilayah Eropa Timur seperti Ukraina dan Polandia. Setiap hiasan pada telur dipercaya mewakili doa, sukacita, dan harapan akan kehidupan yang baru.

Gereja Katolik Roma mengakui makna religius dari simbol ini. Website Vatikan menjelaskan bahwa pemberkatan telur pada hari Paskah melambangkan kemenangan hidup atas kematian, sebagaimana Kristus bangkit dari kubur.

Hingga masa kini, telur Paskah tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan, baik dalam bentuk seni hias tradisional maupun telur cokelat modern. Namun esensinya tetap sama: simbol kebangkitan, harapan, dan awal yang baru bagi umat manusia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....