Tradisi Nyadran, Warisan Budaya Tak Benda Perlu Pelestarian

  • 16 Feb 2025 19:21 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Tradisi Nyadran merupakan salah satu dari warisan budaya tak benda Indonesia yang telah di tetapkan tahun 2013. Mengacu pada konvensi UNESCO Tahun 2003 masuk dalam domain adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan.

Convention for the safeguarding of Intangible Cultural Heritage, telah disahkan melalui Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2007 tentang pengesahan Convention for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage.

Tradisi Nyadran dilakukan sebagai kearifan lokal daerah masing-masing sehingga dibeberapa tempat terdapat perbedaan-perbedaan dalam prosesi pelaksanaannya. Dalam perjalanannya terdapat pengembangan-pengembangan dalam prosesi Nyadran yakni dengan memasukkan unsur-unsur budaya.

Salah satunya yakni dengan menampilkan bebagai kesenian khas daerah tersebut sebagai unsur pertunjukan. Nyadran termasuk sebagai salah satu tradisi menjelang datangnya bulan Ramadan.

Nyadran adalah tradisi masyarakat yang masih mengakar kuat dalam kebudayaan Jawa. Tradisi ini biasa dilakukan untuk menyambut kedatangan bulan suci ramadhan.

Nyadran merupakan tradisi yang tercipta dari proses akulturasi antara budaya Jawa dengan budaya Islam. Selain untuk menghormati leluhur, Nyadran selalu dilaksanakan setiap tahun untuk melestarikan tradisi tersebut secara turun-temurun.

Sejarah Nyadran

Tradisi Nyadran telah dilakukan sejak zaman Hindu-Budha sebelum Islam masuk dan berkembang di Indonesia. Dalam sebuah literatur budaya, ada tahun 1284, terdapat tradisi yang serupa dengan Nyadran yang disebut dengan Sradha.

Seiring perkembangan zaman, tradisi Sradha kemudian diterapkan oleh seluruh kalangan dan mendapat banyak pengaruh dari ajaran Islam. Pujian-pujian yang biasa dilantunkan dalam Sradha pun diganti dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, zikir, tahlil, dan doa.

Meski dilaksanakan pada waktu yang berbeda-beda di setiap wilayah, Nyadran pada umumnya dilaksanakan pada bulan Ruwah untuk menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....