Memahami Makna Bibit, Bebet, Bobot Bekal Memilih Jodoh

  • 09 Feb 2025 21:16 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Berbicara mengenai pasangan ideal, tiap orang pastinya mempunyai kriteria tersendiri. Misalnya saja kita dapat melihatnya dari segi fisik, kesuksesan karir, ataupun kepribadian.

Kriteria tersebut memang menjadi standar paling umum bagi kebanyakan orang untuk meyakinkan diri melangkah ke jenjang pernikahan. Namun, bagaimana sebenarnya kriteria pasangan ideal?

Dalam agama Islam ada empat kriteria menentukan calon istri ideal yang juga telah dipakai secara umum untuk kriteria pasangan. Di antaranya yakni karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, serta agamanya.

Akan tetapi semua kembali pada diri masing-masing individu dalam menentukan kriteria calon pasangan halal.

Sebab sebagian orang mungkin saja cenderung memilih pasangan dengan kepribadian serupa. Baik latar belakang keluarga, karakter, agama, ataupun ekonomi.

Ini bisa menentukan kecocokan keduanya sehingga menentukan tingkat kebahagiaan hubungan.

Meski begitu, ada juga beberapa orang memilih kriteria pasangan dengan kepribadian yang bertolak belakang. Sebab, tidak ada standar pasti dalam memilih kriteria pasangan yang ideal.

Bibit, Bebet, dan Bobot: Benarkah Kriteria Pasangan Ideal?

Berkaitan dengan kriteria pasangan ideal, orang Indonesia khususnya Jawa tentunya cukup familiar dengan bibit, bebet dan bobot. Tiga hal ini seringkali menjadi standar penentu dalam memilih jodoh.

Bibit bermakna latar belakang keturunan calon pasangan dalam hal ini orang tua atau keluarga. Bebet berkaitan dengan tingkat ekonomi calon pasangan.

Sedangkan bobot, adalah kualitas diri dari calon pasangan yang lebih condong pada segi kepribadian, pendidikan, ataupun pencapaian lainnya.

Filosofi ini sering kali menjadi nasihat dan pesan berharga dari orang tua kepada anaknya yang telah mencapai usia matang untuk menikah.

Hal tersebut dinilai dapat menentukan masa depan hubungan pernikahan agar memperoleh kehidupan rumah tangga harmonis dan langgeng. Namun, tiga kriteria ini terkadang tidak cukup relevan dengan fakta di lapangan.

Di mana bisa jadi salah satu dari ketiga kriteria tersebut justru tidak terpenuhi secara utuh. Misalnya saja ketika calon pasangan hanya memenuhi dua di antara tiga standar kriteria calon ideal, menjadi tidak sepenuhnya bisa menentukan cocok tidaknya jadi jodoh pilihan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....