Tembung Pangiket, Kata Sambung dalam Bahasa Jawa

  • 03 Feb 2025 22:02 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Kata sambung atau kata hubung dalam sebuah kalimat merupakan suatu hal yang penting. Dalam bahasa Jawa, ada beberapa jenis kata hubung atau kata penghubung yang disebut dengan istilah tembung pangiket/konjungsi.

Pada dasarnya kata penghubung ini tidak hanya ada di bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia namun juga di bahasa negara lain, termasuk bahasa Inggris. Penggunaannya membantu membangun kalimat yang efektif sehingga mudah dipahami dan juga enak untuk dibaca.

Menurut Dr. Bambang Sulanjari, S.S, M.A jenis dari kata penghubung dalam bahasa Jawa sangat beragam sekaligus memiliki beberapa fungsi khas. Sehingga penting untuk dipelajari dan dipahami sekaligus dikuasai.

Sebab jenis kata ini tentu sering digunakan, baik ketika membuat suatu tulisan maupun ketika mengucapkan suatu kalimat. Hal mendasar pertama dari materi kata penghubung adalah definisinya.

Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah UPGRIS itu lebih lanjut menuturkan bahwa kata penghubung memiliki kemampuan untuk menghubungkan.

Yaitu menghubungkan atau menggabungkan klausa dengan klausa, kalimat dengan kalimat, dan juga antara paragraf dengan paragraf. Artinya setiap kali ada suatu kata, kalimat dan paragraf yang memang perlu dihubungkan maka penggunaan kata sambung menjadi hal yang harus digunakan.

Ia mencontohkan beberapa kata sambung dalam bahasa Jawa yang disampaikan menggunakan bahasa Jawa.

”Tembung pangiket yaiku tembung kang ngiket utawa nggandhengake tembung siji lan sijine utawa ukara siji lan sijine. Tuladha: lan, sarta, saha, tuwin, miwah, sarehne, sabab, nanging, utawa, dene, parandene, ewadene, amarga, jalaran, lan sapiturute.”

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....