Konseling Sebaya (Peer Counseling) di Lingkup Sekolah
- 27 Des 2022 09:35 WIB
- Semarang
Oleh : Pratiwi Setyorini SPsi (Guru BK SMKN 1 Gondang Sragen)
Menggunakan peran teman semaksimal mungkin dalam membantu siswa lain yang sedang mengalami masalah individu yakni siswa yang mempunyai masalah, baik itu dalam lingkungan sekolah maupun di lingkungan sekitar, yakni dengan menggunakan teknik konseling sebaya (Peer Counseling)
konseling teman sebaya (peer counseling) atau sering disebut juga dengan istilah program dukungan sebaya yaitu bimbingan yang dilakukan oleh siswa terhadap siswa yang lainnya. Siswa yang menjadi pembimbing sebelumnya akan diberikan pelatihan atau pembinaan oleh konselor. Siswa yang menjadi pembimbing berfungsi sebagai mentor atau tutor yang membantu siswa lain dalam memecahkan masalah yang dihadapinya, baik akademik maupun non-akademik.
Dalam kegiatan ini siswa juga berfungsi sebagai mediator yang bisa membantu konselor dengan cara memberikan informasi berupa kondisi, perkembangan, atau masalah siswa yang perlu mendapat layanan bantuan bimbingan atau konseling. Adapun kriteria yang harus diterapkan kepada siswa yang akan menjadi seorang konseling teman sebaya adalah mereka yang mampu menjadi pendengar yang baik, mereka yang mampu menjadi seorang sahabat atau teman yang baik bagi mereka yang membutuhkan perhatian.
Siswa yang menjadi konselor teman sebaya harus memiliki feel yang sensitif, terutama dalam memahami masalah yang dimiliki teman sebayanya, selain itu juga sebagai seorang konselor teman sebaya harus memiliki sikap tanpa pamrih, tidak memilah dan memilih dalam teman, dan yang paling penting adalah mampu memecahkan setiap masalah yang sedang dialami teman. Bahkan ada beberapa orang siswa juga yang tidak ingin diberikan nasihat namun hanya cukup didengarkan saja sudah merasa nyaman dan rasa memahami seperti itu juga perlu dimiliki seorang konselor teman sebaya, bergantung dari karakteristik individunya masing-masing berbeda.
Kegiatan program konseling teman sebaya mempunyai alasan-alasan yang rasional, terstuktur, aktifitasnya spesifik, personal yang melakukannya juga khusus dan diorganisir secara terus menerus. Program ini merupakan usaha yang dapat mempengaruhi/memperbaiki tingkah laku yang dimiliki oleh siswa, yaitu tingkah laku yang dapat membedakan antara tingkah laku yang pantas dengan tidak pantas dan menggunakan tingkah laku yang pantas menjadi identitas pribadi yang diharapkan, serta menemukan berbagai cara pemecahkan masalah dan memberikan pengalaman yang akan memotivasi mengikuti pelatihan untuk pengembangan diri mereka untuk menjadi orang dewasa yang matang dan bertanggung jawab.
Perkembangan sosial pada masa remaja akan lebih melibatkan kelompok teman sebaya dibanding orang tua. Pada masa kanak-kanak, remaja lebih banyak melakukan kegiatan di luar rumah seperti kegiatan sekolah, ekstra kurikuler dan bermain dengan teman. Dengan demikian, pada masa remaja peran kelompok teman sebaya adalah besar. Pada diri remaja pengaruh lingkungan dalam menentukan perilaku diakui cukup kuat, walaupun remaja telah mencapai tahap perkembangan kognitif yang memadai untuk menentukan tindakannya sendiri, namun penentuan diri remaja dalam berperilaku banyak dipengaruhi oleh tekanan dari kelompok teman sebaya.
Kelompok teman sebaya diakui dapat mempengaruhi pertimbangan dan keputusan seorang remaja tentang perilakunya. Kelompok teman sebaya merupakan sumber referensi utama bagi remaja dalam hal persepsi dan sikap yang berkaitan dengan gaya hidup. Bagi remaja, teman-teman yang akan menjadi sumber informasi yaitu seperti mengenai bagaimana cara berpakaian yang menarik, musik atau film apa yang bagus, dan sebagainya. Adapun manfaat dari konseling teman sebaya adalah untuk mengajar siswa-siswa dengan cara efektif, membantu kawan-kawannya untuk meringankan perasaan terisolir, dan kesepian di sekolah.
Disamping itu siswa yang akan menjadi konselor teman sebaya dapat berlatih untuk mengatasi masalah yang mereka hadapi dengan cara yang rasional, positif dan bermoral. Keberadaan kelompok konselor teman sebaya ini diharapkan sangat penting ada disetiap sekolah, namun dengan adanya konseling sebaya ini, bukan berarti akan menghilangkan peran guru Bimbingan Konseling sebagai seorang konselor di sekolah, justru dengan adanya siswa yang bersedia menjadi seorang konselor teman sebaya pihak konselor akan sangat terbantu meskipun tetap pada awal pelatihan akan menguras waktu dan tenaga yang banyak.
Meskipun dalam hal ini ada banyak siswa yang tertarik untuk membantu pemecahan masalah yang dihadapi teman sebayanya, namun seorang guru Bimbingan Konseling harus benar-benar bisa memilih siswa mana yang tepat untuk menjadi konselor sebaya. Karena tidak semua siswa mampu berperan menjadi konselor sebaya, selain itu seorang konselor sebaya mempunyai tanggung jawab yaitu harus bisa menyimpan rahasia, Karena dalam pelayanan konseling yang dilakukan, sangat diperlukan adanya asas kerahasiaan sehingga siswa yang mempunyai masalah merasa lebih nyaman dalam bercerita. (RW)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....