Sejarah Kalender Masehi atau Gregorian
- 24 Des 2024 17:54 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Tahun Masehi disebut juga dengan tahun Gregorian yang merupakan sistem penanggalan yang digunakan di berbagai belahan dunia. Sistem penanggalan ini mulai digunakansejak abad 6 Masehi dan didasarkan pada tahun kelahiran Yesus Kristus sebagai titik awal penanggalan.
Perhitungan tahun Masehi dimulai dari tahun 1 Masehi, yang dipercayai sebagai tahun kelahiran Yesus, walaupun secara historis tahun kelahiran Yesus masih diperdebatkan. Tahun 1 Masehi dipilih sebagai patokan tahun untuk memisahkan era sebelum Kristus (SM) dan sesudah Kristus (M).
Dalam penanggalan masehi, satu tahun terdiri dari 365 hari, dengan tambahan satu hari setiap empat tahun yang dikenal sebagai tahun kabisat. Penambahan ini tujuannya untuk menyesuaikan perhitungan tahun dengan perputaran Bumi dalam mengelilingi Matahari yang sebenarnya memakan waktu sekitar 365,25 hari.
Berjalannya waktu, tahun Masehi pun mulai menggantikan sistem penanggalan lain di banyak wilayah, seperti sistem penanggalan Romawi maupun sistem kalender lunar. Penyebaran agama Kristen memainkan peran besar dalam persebaran sistem penanggalan ini di Eropa dan sekitarnya.
Tahun Masehi sendiri terdiri dari dua belas bulan, dengan panjang bulan yang bervariasi antara 28 hingga 31 hari di tiap bulannya. Sistem kalender disempurnakan dengan adanya kalender Gregorian yang diperkenalkan oleh Paus Gregorius XIII pada tahun 1582 untuk mengoreksi kesalahan perhitungan tahun pada kalender Julian.
Kini kalender Masehi digunakan hampir di seluruh dunia sebagai standar internasional untuk penghitungan waktu. Meskipun demikian, ada beberapa negara maupun kelompok masih menggunakan sistem penanggalan tradisional atau berdasarkan kalender lunar dalam kegiatan keagamaan atau budaya tertentu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....