Mengenal Arsitektur Candi Prambanan

  • 29 Nov 2024 16:07 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Tahukah Anda? UNESCO telah mengakui bahwa Candi Prambanan adalah situs warisan dunia pada tahun 1991. Candi Prambanan juga merupakan candi Hindu terbesar yang ada di Indonesia.

Candi Prambanan terletak di perbatasan daerah Sleman dan Klaten, tepatnya di Kecamatan Prambanan. Candi Prambanan dibangun sekitar abad ke-9 Masehi, pada masa Kerajaan Mataram.

Candi ini dikenal dalam legenda populer tentang kisah cinta Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang. Kepercayaan yang tertanam dalam legenda tersebut, keseluruhan Candi Prambanan hanya dibangun dalam satu malam saja.

Dari segi arsitektur, Candi Prambanan memiliki bentuk yang sama seperti candi Hindu pada umumnya yakni tinggi dan ramping. Candi Siwa sebagai salah satu candi utama terbesar memiliki ketinggian sekitar 47 meter.

Kemudian diikuti dua candi lain, yakni Candi Wisnu dan Candi Brahma dengan tinggi yang sama sekitar 33 meter. Untuk keseluruhan kompleks Candi Prambanan terdiri atas 249 candi saja, tidak seperti legenda yang mengatakan 1000 candi.

Candi Prambanan dihiasi oleh relief yang menceritakan epos Hindu yakni kisah Ramayana dan Krishnayana. Relief-relief ini diukir di sepanjang dinding yang mengelilingi tiga candi utama.

Candi Prambanan menggunakan sistem dinding ganda berupa kulit dan batu isian. Bagian kulit terdiri atas susunan blok batu andesit, sedangkam isian berisi batu putih.

Untuk penghubung batu, pada sambungan vertikal digunakan sistem laki bini dan horisontal menggunakan sistem ekor burung. Kedua sambungan batu tersebut termasuk dalam kategori sambungan lepas, sehingga rentan gaya lateral seperti gempa.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....