Denial, Sejenak Menenangkan Namun Harus Dihindari!

  • 11 Okt 2024 23:42 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Bagi sebaian orang mungkin menerima sebuah kenyataan, terlebih kenyataan tersebut tidak mengenakkan terasa sulit? Kmudian timbul penolakan dalam diri yang kemudian kini disebut dengan istilah denial.

Sifat ini merupakan sebuah bentuk pertahanan psikologis seseorang untuk menghindar dari situassi tak nyaman. Peristiwa seperti kegagaglan, problem Kesehatan, atau kehilangan adalah beberapa contoh situasi yang membuat orang denial.

Denial yang paling sering dilakukan adalah denial kondisi Kesehatan sekalipun kondisinya parah atau serius. Kadang beberapa orang menganggap sakitnya masih ajar walaupun mendapatkan diagnosa yang kurang baik dari dokter.

Dalam interaksi sosial pun demikian, sebuah hubungan sosial tak sehat kadang tak mau diakui oleh personal-personal yang terlibat. Mereka berdalih bahwa hal itu akan membaik tanpa adanya perubahan atau usaha untuk merubah dari orang-orang terkait.

Denial hanya akan memberi harapan dan ketenangan yang semu belaka. Tanpa disadari, seorang individu yang sering denial akan kehilangan kemampuan untuk mengatasi masalah atau mencari Solusi yang baik.

Oleh karena itu perlu kiranya kita mengenali tanda-tanda denial dalam diri sendiri maupun dialami orang lain. Dukungan, motivasi, dan sugesti positif dapat membantu kita maupun orang lain untuk dapat mengatasi masalah, menerima dan menghadapi kenyataan, serta mengatur emosi dalam diri.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....