Ruang Baca Semarang Ajak Publik Bahas Krisis Iklim lewat Buku 'Kitab Iklim'

  • 15 Jun 2026 17:47 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID., Semarang-Gramedia Jalma Pandanaran Semarang bersama Institute for Essential Services Reform (IESR) menggelar diskusi bertajuk Hidup di Tanah Rawan Bencana Iklim, Senin, 15 juni 2026. Kegiatan ini mengangkat buku 'Kitab Iklim' yang disusun oleh aktivis lingkungan Greta Thunberg sebagai bahan refleksi sekaligus edukasi mengenai tantangan perubahan iklim.

Diskusi menghadirkan Direktur PT Alga Bioteknologi Indonesia (ALBITEC), Falasifah, Staf Komunikasi Proyek CASE for Southeast Asia IESR Immakulata Soraya, serta Editor buku 'Kitab Iklim' Andya Primanda. Acara diikuti puluhan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, pegiat lingkungan, hingga masyarakat umum.

Diskusi ini menyoroti pentingnya meningkatkan literasi iklim di tengah meningkatnya risiko bencana akibat perubahan iklim. Dalam buku 'Kitab Iklim' ini menyajikan pandangan para ilmuwan, pakar, dan aktivis dunia mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menghadapi krisis iklim.

Membangun pengetahuan masyarakat mengenai perubahan iklim menjadi langkah awal yang penting. Dengan pemahaman tersebut, masyarakat diharapkan terdorong untuk mengambil peran nyata dalam mendukung upaya mitigasi dan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim di lingkungan masing-masing.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....