Simbol Sportifitas, Tari Caci Puncak Festival Manggarai di RRI

  • 24 Agt 2025 10:37 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Pentas Tari Caci khas Manggarai memeriahkan puncak acara Festival Budaya Manggarai di halaman RRI Semarang, Minggu(24/8/2025). Pertunjukan yang menjadi rangkaian event Kita Indonesia dan peringatan HUT ke-80 RI ini merupakan hasil kolaborasi RRI Semarang dan Keluarga Besar Manggarai.

Tarian ini melibatkan dua penari pria yang bertarung menggunakan cambuk (larik) dan perisai (nggiling) sebagai simbol uji ketangkasan dan kejantanan. Selain itu, tarian ini juga sarat akan nilai-nilai sosial, budaya, dan spiritual yang mendalam bagi masyarakat Manggarai

Dalam adegan tarian ini melibatkan puluhan penari, dimana penari laki-laki yang saling berhadapan dan bertarung menggunakan cambuk (larik) dan perisai (nggiling). Memiliki makna simbolis yang mendalam terkait dengan kejantanan, sportivitas, dan nilai-nilai sosial masyarakat Manggarai.

Selain melambangkan kejantanan, keramaian, kemegahan dan sportifitas. “Ca” berarti satu dan “Ci” berarti Uji sehingga bermakna uji satu lawan satu. Para penarinya mengenakan panggal (penutup kepala), pakaian perang, dan kain songke.

Disela-sela permainan, para tetua adat baik laki-laki maupun perempuan menari (danding) dengan penuh suka cita sambil berjalan secara teratur membentuk lingkaran. Tarian caci merupakan sebuah kesenian yang mampu menunjukan nilai-nilai budi pekerti bagi masyarakat Manggarai dan mereka yang menyaksikannya.

Ketua Keluarga Besar Manggarai Semarang, Anisitus Amanat Gaham menjelaskan, seni Caci bukan sekadar pertunjukan tari, melainkan permainan adu ketangkasan dengan pola seperti olahraga tradisional. Setiap orang Manggarai, punya ikatan batin dengan seni Caci meski merantau, sehingga mereka berusaha hadir untuk melestarikan warisan leluhur itu. (im)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....