Kopdes Merah Putih Perlu Sesuaikan Bisnis dengan Potensi Desa

  • 05 Okt 2026 14:50 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Koperasi Desa Merah Putih dinilai perlu mengembangkan model bisnis yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masing-masing wilayah. Koperasi tidak harus langsung menjalankan seluruh jenis usaha yang menjadi mandat pemerintah.

Pengamat ekonomi Universitas Negeri Semarang(Unnes), Dr. Vitradesie Noekent, S.E., M.M mengatakan terdapat sejumlah sektor usaha yang dapat dikembangkan Kopdes Merah Putih, seperti sembako, simpan pinjam, klinik, apotek, cold storage, pergudangan, dan logistik. Namun, menurutnya, karakteristik ekonomi setiap desa maupun kelurahan berbeda.

Oleh karena itu, koperasi perlu memiliki roadmap pengembangan usaha secara bertahap. “Yang paling realistis adalah koperasi membuat sebuah roadmap, jadi pada tahun pertama sampai tahun kedua atau berikutnya, apa yang kemudian bisa sesuai dengan kondisi lokalnya,” katanya dalam wawancara bersama RRI, Senin, 5 Oktober 2026.

Ia mencontohkan desa dengan basis pertanian dapat memprioritaskan usaha pupuk, sarana produksi pertanian, pengumpulan hasil panen, hingga menjadi offtaker atau pembeli hasil pertanian. Sementara, desa yang memiliki potensi perikanan dapat mengembangkan cold storage, pengolahan, dan distribusi ikan.

Langkah tersebut dinilai dapat meningkatkan nilai tambah hasil produksi masyarakat. Desi juga menekankan pentingnya fungsi koperasi sebagai agregator. Kopdes Merah Putih diharapkan mampu menyerap produk UMKM, hasil pertanian, maupun hasil perikanan masyarakat untuk kemudian dipasarkan dan didistribusikan.

“Mandat utama dari koperasi itu berbeda dengan UMKM. Fungsi sebagai agregator,” katanya.

Menurut Desi, pola tersebut sekaligus mencegah koperasi menjadi pesaing bagi usaha masyarakat yang telah berjalan. Sebaliknya, UMKM, petani, nelayan, dan pelaku usaha lokal dapat menjadi pemasok maupun mitra koperasi.

Ia menilai kolaborasi dengan perbankan, pemerintah desa, dan pemerintah daerah juga diperlukan untuk membangun ekosistem ekonomi lokal. Dengan demikian, Kopdes Merah Putih diharapkan tidak hanya menjadi lembaga baru di desa, tetapi mampu memperkuat rantai ekonomi masyarakat melalui model bisnis yang sesuai dengan potensi setempat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....