Makanan Bergizi Belum Cukup, Pakar Ingatkan Pentingnya Keamanan Pangan MBG

  • 07 Sep 2026 10:54 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Kejadian keracunan makanan pada penyediaan makanan skala besar merupakan risiko yang sangat mungkin terjadi, karena terdapat celah kontaminasi atau paparan patogen dan bahan toksik. Pengolahan makanan untuk orang banyak memerlukan tingkat kehati-hatian yang sangat tinggi dan standar mutu yang ketat.

Hal itu dikemukakan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) Prof. Dr. Sayono menanggapi masih terjadinya keracunan pada program makan bergizi Gratis (MBG) kepada RRI, Senin, 7 September 2026. Menurutnya, program MBG perlu dievaluasi dan audit kesehatan terhadap dapur penyedia makanan hukumnya wajib dilakukan secara berkala.

Pemantauan harus mencakup seluruh rantai proses mulai dari pemilihan dan penyimpanan bahan, peralatan, proses memasak, pengemasan, distribusi, hingga kebersihan personel (kualifikasi dan higiene). ”Audit berkala memastikan jaminan kualitas tidak hanya ada di awal, tetapi terus terjaga sehingga masalah seperti peralatan rusak atau penyimpangan proses dapat segera diantisipasi,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Informasi dan Informasi Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Semarang, Theresiana Ari Wijayanti menerangkan, SPPG sebaiknya memenuhi gizi dan keamanan pangan berjalan beriringan. Menurutnya, makanan bergizi tetapi tidak aman dapat membahayakan kesehatan penerima MBG.

”Jangan sampai kita berhasil memenuhi kebutuhan gizi, tetapi gagal menjaga keamanan pangannya. Nantinya akan membahayakan anak-anak sekolah,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, keracunan pangan dalam pelaksanaan program pemerintah MBG, dipandang sebagai kejadian yang serius dan harus ditindaklanjuti secara cepat. Kejadian keracunan tersebut sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat sistem keamanan pangan pada program MBG.

”BPOM terus memperkuat pengawasan berbasis risiko, meningkatkan kompetensi pelaksana SPPG, kemudian edukasi keamanan pangan, serta koordinasi lintas sektor. Tujuannya adalah memastikan bahwa makanan yang diberikan melalui program MBG,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....