Etika Kebangsaan Tergerus Digitalisasi, Pengaruh Media Sosial Menjadi Sorotan

  • 10 Agt 2026 13:03 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Pengaruh media sosial bagi masyarakat saat ini pelan-pelan mengikis jiwa nasionalisme yang seharusnya mendarah daging di setiap warga negara Indonesia
  • Arus digitalisasi yang kian pesat membawa dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat, terutama generasi muda

RRI.CO.ID, Pekalongan – Arus digitalisasi yang kian pesat membawa dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat, terutama generasi muda. Di balik kemudahan akses informasi, muncul ancaman serius berupa terkikisnya etika kebangsaan yang selama ini menjadi pondasi kehidupan berbangsa.

Sekretaris Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pekalongan, Sri Lestari menegaskan, pengaruh media sosial saat ini mulai menggerus jiwa nasionalisme masyarakat secara perlahan. Fenomena ini terlihat dari maraknya konten negatif, penyebaran hoaks, hingga ujaran kebencian di ruang digital.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi melemahkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa jika tidak diantisipasi sejak dini. “Pengaruh media sosial bagi masyarakat saat ini pelan-pelan mengikis jiwa nasionalisme yang seharusnya mendarah daging di setiap warga negara Indonesia, tidak hanya saat momentum HUT Kemerdekaan RI saja,” ungkapnya, Senin, 10 Agustus 2026.

Senada dengan hal tersebut, Pelatih Paskibraka 2026 dari Kodim 0710/Pekalongan, Aris Setiawan, menekankan pentingnya penguatan pembekalan etika dan wawasan kebangsaan bagi generasi muda di tengah derasnya arus digitalisasi. Semakin mudahnya masyarakat dalam menjangkau konten media sosial banyak mempengaruhi pola piker masyarakat, terlebih anak muda.

“Pembekalan adab, etika, dan wawasan kebangsaan bagi generasi muda saat ini harus terus ditingkatkan setiap saat. Tantangan di era digital dengan perkembangan media sosial yang sangat masif harus menjadi perhatian serius, terutama dalam menyiapkan generasi penerus agar memiliki wawasan kebangsaan yang kuat,” jelasnya.

Sementara itu, calon anggota Paskibraka Kabupaten Pekalongan, Daffa, menyampaikan, pembekalan wawasan kebangsaan memiliki dampak nyata dalam membentuk karakter generasi muda apabila diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Generasi muda tidak hanya dituntut cakap dalam teknologi, tetapi juga harus mampu menjaga sikap dan perilaku agar tetap sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan.

“Pembekalan wawasan kebangsaan jika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dapat membentuk kepribadian yang disiplin, beretika, dan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat. Menjadi lebih disiplin, jujur, dan tidak bertentangan dengan norma yang ada,” terangnya.

Generasi muda sebagai pengguna terbesar media sosial dinilai memiliki peran strategis sekaligus rentan terhadap pengaruh negatif. Tanpa dibekali literasi digital dan pemahaman nilai kebangsaan yang kuat, mereka berisiko kehilangan identitas nasional di tengah derasnya arus globalisasi.

Pemerintah daerah bersama unsur TNI dan Polri terus mendorong penguatan etika kebangsaan melalui pendidikan formal maupun nonformal. Berbagai program pembinaan ideologi, sosialisasi wawasan kebangsaan, hingga edukasi bijak bermedia sosial terus digencarkan.

Namun demikian, upaya tersebut dinilai belum cukup tanpa peran aktif keluarga dan lingkungan. Orang tua dan pendidik memiliki tanggung jawab besar dalam menanamkan nilai moral serta etika sejak dini, termasuk dalam penggunaan teknologi digital.

Momentum ini menjadi pengingat bahwa kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter bangsa agar digitalisasi tidak berpotensi menjadi ancaman bagi persatuan. Sebaliknya, jika dikelola dengan baik, teknologi dapat menjadi alat strategis untuk memperkuat jati diri bangsa di era modern.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....