Basarnas Semarang Siaga 24 Jam Dukung Penanganan Karhutla di Musim Kemarau

  • 03 Agt 2026 12:44 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Basarnas Semarang menyiagakan personel selama 24 jam untuk mengantisipasi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi meningkat pada musim kemarau. Kesiapsiagaan itu dilakukan untuk memastikan proses pencarian, penyelamatan, dan evakuasi dapat berlangsung cepat apabila kebakaran mengancam keselamatan masyarakat.

Kepala Basarnas Semarang, Budiono, mengatakan pihaknya telah menyiapkan personel, peralatan evakuasi, kendaraan operasional, hingga sistem komunikasi guna mendukung penanganan kondisi darurat. "Kami menyiagakan personel selama 24 jam berikut peralatan yang siap mendukung kegiatan evakuasi apabila sewaktu-waktu diperlukan," ujarnya saat diwawancarai RRI Semarang, Senin, 3 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, Basarnas tidak bertugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan. “Tugas kami adalah melaksanakan operasi pencarian, penyelamatan, dan evakuasi apabila kebakaran mengancam atau menimbulkan korban," katanya.

Menurut Budiono, penanganan karhutla melibatkan berbagai unsur, seperti BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, BMKG, serta potensi SAR lainnya. Dalam skema tersebut, Basarnas berperan sebagai unsur pendukung yang berfokus pada penyelamatan jiwa ketika terjadi keadaan darurat.

Apabila kebakaran meluas hingga mengancam permukiman atau kawasan publik, Basarnas siap membantu proses evakuasi warga terdampak. Tim juga akan memberikan pertolongan kepada korban yang mengalami luka maupun membutuhkan penyelamatan di lokasi kejadian.

Budiono mengakui tantangan penanganan karhutla semakin besar seiring meningkatnya risiko kebakaran pada musim kemarau. Meski jumlah personel dan peralatan masih perlu ditingkatkan, Basarnas terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki agar tetap mampu memberikan layanan penyelamatan secara maksimal.

Selain memperkuat koordinasi lintas instansi, Basarnas Semarang juga rutin melakukan pengecekan terhadap peralatan evakuasi dan perlengkapan pendukung lainnya. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh personel dan peralatan selalu siap digunakan sehingga respons terhadap keadaan darurat dapat dilakukan secara cepat, efektif, dan aman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....