Jateng Juara Nasional, Kredit Perumahan Rp4,96 Triliun Tersalur ke 28 Ribu Debitur
- 31 Jul 2026 13:23 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Provinsi Jawa Tengah mencatatkan diri sebagai daerah dengan realisasi Kredit Program Perumahan tertinggi di Indonesia. Hingga 29 Juli 2026, nilai penyaluran kredit perumahan di Jawa Tengah mencapai Rp4,96 triliun dan telah dinikmati oleh 28.275 debitur.
Capaian tersebut diumumkan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, saat Akad Massal 62.710 Unit KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Kamis 30 Juli 2026. Kegiatan itu juga dihadiri Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri dan kepala daerah.
Berdasarkan data Kementerian PKP, Jawa Tengah menempati posisi teratas dalam realisasi kredit program perumahan nasional. Posisi berikutnya ditempati Jawa Timur, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Bali.
"Untuk lima provinsi paling tinggi, juaranya nomor satu Provinsi Jawa Tengah. Nomor dua Jawa Timur, nomor tiga Jawa Barat, nomor empat Sulawesi Selatan, nomor lima Bali," kata Maruarar.
Tingginya realisasi tersebut menunjukkan besarnya akses masyarakat Jawa Tengah terhadap pembiayaan rumah bersubsidi. Program ini menjadi salah satu instrumen penting untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah memiliki hunian yang layak dan terjangkau.
Selain menjadi provinsi dengan realisasi kredit perumahan tertinggi, Jawa Tengah juga mencatat prestasi melalui Bank Jateng. Bank milik daerah tersebut menjadi penyalur terbesar Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan di antara seluruh Bank Pembangunan Daerah di Indonesia.
Maruarar menjelaskan penyaluran KPR Subsidi tertinggi dari kelompok bank Himbara dilakukan oleh Bank Tabungan Negara (BTN). Sementara, untuk KUR Perumahan, penyaluran terbesar dilakukan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan untuk Bank Pembangunan Daerah, penyalur terbesarnya diraih oleh Bank Jateng.
Direktur Dana Jasa dan UMKM Bank Jateng, Anna Kusumarita, menjelaskan program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dari berbagai profesi. Penerimanya meliputi aparatur sipil negara, pegawai swasta, wiraswasta, hingga pekerja sektor informal.
Menurutnya, program tersebut menawarkan skema pembiayaan yang terjangkau dengan bunga tetap 5 persen per tahun. Debitur juga memperoleh subsidi sebesar Rp4 juta, bebas biaya BPHTB, serta pilihan tenor hingga 15 dan 20 tahun untuk calon debitur berpenghasilan di bawah Rp8 juta.
Hingga 27 Juli 2026, Bank Jateng telah menyalurkan FLPP kepada 663 debitur dengan nilai sekitar Rp104 miliar. Penyaluran tersebut dilakukan melalui Bank Jateng Konvensional maupun Bank Jateng Syariah.
Capaian Jawa Tengah menjadi yang tertinggi secara nasional memperlihatkan tingginya kebutuhan sekaligus akses masyarakat terhadap pembiayaan rumah bersubsidi. Kondisi ini sekaligus memperkuat dukungan daerah terhadap program 3 juta rumah yang tengah dijalankan pemerintah pusat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....