Tinjau Bedah Rumah di Batang,Maruarar Sirait Pastikan Renovasi Tepat Sasaran
- 30 Jul 2026 17:31 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Batang - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Bupati Batang M. Faiz Kurniawan meninjau pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Desa Bakalan RT 9 RW 4, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Kamis 30 Juli 2026. Usai meninjau kondisi rumah tersebut, Maruarar Sirait menegaskan bantuan harus diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
"Saya sudah melihat langsung kondisi rumah Ibu Suwiyah bersama Pak Bupati dan Kepala Balai Jawa Tengah. Memang benar rumah ini tidak layak huni, tidak ada fondasi, sehingga memang sudah seharusnya mendapat bantuan, ini tepat sasaran," ujarnya.
Menurutnya, kondisi Suwiyah menjadi bukti masih adanya masyarakat yang selama puluhan tahun belum tersentuh bantuan perbaikan rumah. Selama 80 tahun, nenek Suwiyah belum pernah mendapatkan bantuan negara untuk memperbaiki rumahnya.
"Pekerjaan akan segera dimulai dan selama proses perbaikan nenek Suwiyah tinggal sementara di rumah anaknya yang berada di sebelah. Nanti, rumahnya juga akan dibuatkan jendela agar lebih sehat dan nyaman," ucapnya.
Melalui Program BSPS, Suwiyah memperoleh bantuan pemerintah sebesar Rp20 juta serta dukungan swadaya sebesar Rp2,5 juta. Perbaikan difokuskan pada peningkatan struktur bangunan, dinding, lantai, serta penghawaan agar rumah menjadi lebih kokoh, sehat, aman, dan layak huni. Pekerjaan dijadwalkan berlangsung mulai 10 Agustus hingga 7 Oktober 2026.
Pada Tahun Anggaran 2026, Provinsi Jawa Tengah memperoleh alokasi 34.712 unit BSPS, meningkat signifikan dibandingkan alokasi tahun 2025 sebanyak 7.532 unit atau naik sekitar 460,86 persen. Dari jumlah tersebut, sebanyak 27.288 unit dialokasikan untuk wilayah perdesaan, 2.768 unit untuk kawasan pesisir, dan 2.998 unit untuk wilayah perkotaan.
Sementara itu, Kabupaten Batang memperoleh alokasi 825 unit. Bantuan tersebut tersebar di 14 kecamatan dan 48 desa.
Sebagai bentuk transparansi, seluruh informasi mengenai penerima bantuan, kondisi eksisting rumah, rencana perbaikan, hingga jadwal pelaksanaan dipublikasikan secara terbuka. Masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan kepada Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) atau instansi terkait apabila menemukan pihak yang meminta imbalan dalam pelaksanaan Program BSPS.
Salah satu penerima bantuan BSPS yang dikunjungi adalah Suwiyah (80), warga Desa Bakalan RT 9 RW 4, Kecamatan Kandeman. Rumah yang dihuni tiga orang tersebut belum pernah memperoleh bantuan perbaikan dari pemerintah.
Berdasarkan hasil verifikasi, rumah Suwiyah belum memiliki pondasi, sloof, kolom, maupun ring balok. Dinding masih menggunakan GRC, lantai masih berupa tanah, serta pencahayaan dan penghawaan belum memenuhi standar rumah layak huni.
"Ya saya senang sekali rumahnya bisa diperbaiki, kan sudah dari dulu belum diperbaiki. Alhamdulillah matur nuwun Pak Prabowo, rumah saya jadi mau diperbaiki," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....