Tak Hanya Jelajah Alam, Mapala Berperan dalam Penanganan Bencana
- 29 Jul 2026 10:49 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Organisasi Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) tidak hanya berfokus pada kegiatan eksplorasi alam, tetapi juga berperan dalam penanganan bencana. Melalui pelatihan dan kerja sama dengan berbagai instansi, mereka keterampilan untuk membantu evakuasi korban, hingga mendukung proses pencarian dan penyelamatan di lapangan.
Menurut Ketua Umum Mapala Argajaladri UNISSULA 2025/2026, Windy Octaviani, mereka juga terlibat dalam kegiatan-kegiatan kebencanaan. Ia menyebut, mereka dilibatkan di lapangan untuk membantu petugas dalam aktivitas yang masih berhubungan dengan alam.
“Kami memiliki SAR Argajaladri, jadi kita membantu pada relawan BPBD. Kita turut terjun langsung membantu dan mengevakuasi korban bencana alam, kami juga bantu di dropping logistik dan mengevakuasi korban yang lokasinya tidak dapat dijangkau dengan jalan kaki,” ucapnya dalam program SPADA PRO 2 Semarang, Rabu, 22 Juli 2026.
Keterampilan yang dimiliki oleh anggota Mapala dalam menghadapi kondisi bencana, didapatkan dari pelatihan yang mereka ikuti. Pelatihan relawan yang diberikan oleh BPBD ataupun instansi terkait, menjadi bekal bagi anggota Mapala untuk turun ke lapangan.
“Khususnya ya seperti navigasi, navigasi membantu untuk kita melihat peta ketika ada suatu bencana. Terus pengalaman saat mitigasi bencana dan pertolongan pertama di lapangan seperti apa, dan membantu relawan yang ada disana,” ujar Windy.
Sementara Ketua Umum Mapala Argajaladri UNISSULA 2024.2025, Fiqhi Fakhrur Reza menjelaskan mereka dibekali materi dalam bentu seminar atau simulasi. Hal tersebut untuk memberikan pemahaman terhadap kondisi lapangan, serta mengetahui apa yang harus dilakukan saat pertolongan.
“Untuk pelatihannya yang pertama ada seminar, bahasannya terkait bencana itu sendiri. Terus nanti ada simulasinya, itu simulasi pada saat penyelamatannya,” katanya.
Windy menyebut mereka menjadi lebih memahami apa yang dapat dilakukan pada saat proses evakuasi, serta apa yang tidak dapat dilakukan pada saat mengevakuasi. Melalui hal tersebut, mereka mengetahui bahwa tidak semua korban dapat dievakuasi begitu saja pada saat bencana terjadi.
“Kalau memang posisi rumahnya masih aman, dan tidak ada bencana yang akan datang itu tidak bisa dievakuasi. Memang di lapangan itu ada juga beberapa masyarakat yang menolak dievakuasi, jadi mereka meminta untuk stay di rumahnya masing-masing,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....