Musim Kemarau, Lereng Merapi hingga Menoreh Jadi Prioritas Pengawasan Karhutla
- 21 Jul 2026 12:37 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Magelang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang menetapkan kawasan lereng Gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, Andong, hingga Pegunungan Menoreh sebagai prioritas pengawasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau 2026. Langkah tersebut dilakukan menyusul prediksi musim kemarau yang berlangsung lebih panjang dan lebih kering dibanding biasanya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Magelang, Bayu Eko Prihatno, mengatakan kondisi vegetasi yang mengering pada musim kemarau membuat potensi kebakaran meningkat, terutama di kawasan pegunungan yang memiliki tutupan hutan cukup luas. Hal itu disampaikannya dalam Dialog Semarang Menyapa Pro 1 RRI Semarang, Senin, 20 Juli 2026.
"Musim kemarau tahun 2026 diperkirakan berlangsung lebih panjang dan lebih kering dengan puncak kemarau diprediksi pada bulan Agustus. Kondisi ini menyebabkan vegetasi dan lahan menjadi lebih kering sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan meningkat," ujarnya.
Menurut Bayu, prioritas pengawasan difokuskan pada kawasan lereng Gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, Andong, dan Menoreh. Wilayah tersebut dinilai memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi karena luasnya kawasan hutan dan vegetasi yang mudah terbakar saat musim kemarau.
Selain kawasan pegunungan, BPBD juga telah memetakan sejumlah kecamatan yang berpotensi mengalami kekeringan, di antaranya Borobudur, Salaman, Tempuran, Tegalrejo, Pakis, dan Grabag. Pemetaan tersebut menjadi dasar dalam menentukan langkah mitigasi dan prioritas penanganan selama musim kemarau.
Bayu menjelaskan, kawasan pegunungan lebih rentan mengalami kebakaran karena beberapa faktor. Vegetasi seperti daun kering, ranting, dan rumput menjadi sangat mudah terbakar ketika kelembapan udara dan tanah menurun.
Di sisi lain, embusan angin di wilayah pegunungan dapat mempercepat penyebaran api. "Selain kondisi vegetasi yang mengering, topografi yang berbukit dengan kemiringan tertentu juga membuat api lebih sulit dikendalikan apabila sudah terjadi kebakaran," jelasnya.
Untuk mengantisipasi potensi tersebut, BPBD Kabupaten Magelang memperkuat pemantauan, koordinasi lintas sektor, serta melibatkan relawan di tingkat wilayah. Menurut Bayu, deteksi dini dan pelaporan cepat menjadi kunci agar kebakaran dapat ditangani sebelum meluas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....