Gandeng RAPI, BPBD Batang Latih Perangkat Desa Gunakan HT untuk Hadapi Bencana
- 21 Jul 2026 13:10 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Batang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batang menggandeng organisasi Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) menggelar pelatihan pemanfaatan radio komunikasi atau Handy Talky (HT), bagi unsur perangkat desa. Pelatihan tersebut sebagai optimalisasi pemanfaatan perangkat komunikasi untuk menunjang kemudahan akses informasi terutama di wilayah yang tak tersentuh sinyal atau jaringan.
Kepala Pelaksana BPBD Batang, Wawan Nurdiansyah memandang penting pelatihan tersebut, terutama saat terjadi peristiwa kebencanaan di wilayah rawan yang sering kali sulit dijangkau sinyal jaringan telekomunikasi. BPBD memerlukan komunikasi yang intensif dengan perangkat desa, karena pihak yang paling memahami kondisi wilayah dan cepat menyampaikan kepada tim penanganan saat terjadi kebencanaan.
"Wilayah yang rawan sulit dijangkau sinyal, ada di Kecamatan Bawang, Reban. Memasuki puncak kemarau, perangkat desa bisa menginformasikan apakah di wilayahnya terdampak kekeringan, sehingga instansi terkait segera menangani," ujarnya saat ditemui di Dispermades Kabupaten Batang, Selasa, 21 Juli 2026.
Pengurus RAPI Batang, Pandu Wicaksono menjelaskan, radio komunikasi atau Handy Talky (HT), untuk memudahkan perangkat desa menginformasikan kondisi terkini apabila di wilayahnya terdampak suatu bencana. "Biasanya ketika terjadi bencana, sinyal telekomunikasi terputus, maka hanya lewat HT inilah perangkat komunikasi yang bisa jadi solusi," ujarnya.
Pemanfaatan Handy Talky sangat tepat untuk membantu berkomunikasi apabila terjadi suatu peristiwa, terlebih di wilayah dengan kontur tanah yang tidak rata. Sering kali sinyal telekomunikasi sulit menembus, maka HT mampu menjadi pendukung komunikasi dengan tim SAR.
"Sering kali terjadi orang hilang. Jadi Handy Talky yang kami manfaatkan untuk berkomunikasi saat melacak keberadaan orang hilang, atau peristiwa kebencanaan lainnya," ucapnya.
Pelatihan ini mengedepankan praktik langsung agar perangkat desa memahami penggunaan Handy Talky. "Frekuensinya sudah diatur sesuai RAPI dan Pemkab, setelah pelatihan akan intens berkomunikasi tiap pukul 21.00 wib, sehingga mereka terbiasa saat dibutuhkan," katanya.
Seluruh perangkat di 238 desa dipastikan telah memiliki Handy Talky untuk digunakan setiap saat terjadi bencana. "Ada 3.000 HT, hanya saja belum dioptimalkan, makanya kami coba latih mereka dengan praktik langsung, supaya bisa mengoperasikan saat dibutuhkan," ujarnya.
Hingga saat ini, hanya Desa Tegalsari dan Surodadi yang intens berkomunikasi tiap melakukan panggilan. "Hal itulah yang jadi hambatan kami , sehingga pelatihan ini penting dilakukan," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....