Harga Gabah Tinggi, Petani Milenial di Pati Bergairah

  • 30 Jun 2026 12:38 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Gairah Petani Milenial

RRI.CO.ID, Pati - Meningkatnya harga gabah mendorong semangat generasi muda untuk kembali menekuni sektor pertanian di Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati. Kondisi tersebut dinilai menjadi angin segar bagi upaya regenerasi petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Salah satu petani milenial, Angry Asgar memilih mengelola lahan pertanian seluas 1,2 hektare secara mandiri. Untuk memaksimalkan hasil panen, warga Desa Kuryokalangan ini menerapkan pola tanam dua kali padi dan satu kali palawija dalam setahun.

Menurut Angry, kenaikan harga gabah membuat usaha tani semakin menjanjikan bagi generasi muda. Ia berharap pemerintah terus mengutamakan hasil panen petani lokal agar kesejahteraan petani semakin meningkat.

"Harga gabah sekarang mendekati Rp8.000 per kilogram sehingga bertani menjadi semakin menguntungkan bagi generasi muda. Kalau memungkinkan jangan mengandalkan impor beras karena hasil petani lokal harus menjadi prioritas agar kesejahteraan petani terus meningkat," kata Angry Asgar saat ditemui di sela aktivitasnya di sawah, Selasa, 30 Juni 2026.

Koordinator Penyuluh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Gabus, Eny Prasetyowati, mengatakan kenaikan harga gabah menjadi momentum penting untuk menarik minat generasi muda terjun ke sektor pertanian. Berdasarkan perhitungannya, lahan seluas 1,2 hektare berpotensi menghasilkan pendapatan sekitar Rp17 juta per bulan jika produktivitas dapat dipertahankan secara optimal.

"Bertani sekarang sangat menjanjikan sehingga generasi muda tidak perlu ragu memilih sektor pertanian sebagai profesi masa depan. Negara yang kuat dibangun oleh ketahanan pangan sehingga kesejahteraan petani harus menjadi perhatian bersama dibandingkan ketergantungan terhadap impor," ujar Eny.

Menurut Eny, meningkatnya minat petani milenial menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan sektor pertanian di daerah. Dengan semakin banyak anak muda yang terjun ke pertanian, produktivitas sekaligus kemandirian pangan nasional diharapkan dapat terus diperkuat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....