Menghormati Hak Beribadah, Cara Sederhana Menjaga Perdamaian Antarumat
- 30 Jun 2026 10:48 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Penghormatan terhadap hak beribadah dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Berbagai langkah sederhana dapat dilakukan, terutama oleh generasi muda, untuk menciptakan kehidupan yang saling menghargai dan memperkuat semangat toleransi.
Penggerak Gusdurian Semarang, Sri Puji, mengatakan menghormati hak beribadah tidak selalu diwujudkan melalui tindakan besar. Menurutnya, sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari justru menjadi bentuk nyata penghormatan terhadap kebebasan beragama.
"Kita tidak mengganggu dengan suara keras-keras, terus menjaga ketenangan, tidak memaksakan keyakinan, menghargai simbol dan aturan, serta menjaga ucapan dan sikap. Kalau kita diundang, kita datang dan menghormati serta menghargai," ujarnya dalam program SPADA PRO 2 RRI Semarang, Selasa, 23 Juni 2026.
Puji menjelaskan, Gusdurian selama ini berupaya menjadi ruang yang menjembatani hubungan antarumat beragama melalui berbagai kegiatan yang mengedepankan dialog, solidaritas, dan nilai-nilai kemanusiaan. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman.
"Pembawa misi damai ini dengan cara membuka ruang dialog dan membuat kegiatan solidaritas yang mempertemukan satu dengan yang lain. Apa yang kita lakukan berdasarkan sembilan nilai Gus Dur, yang di dalamnya mencakup kemanusiaan, kesetaraan, dan persaudaraan," katanya.
Menurut Puji, berbagai kegiatan yang digelar Gusdurian tidak hanya diperuntukkan bagi anggotanya, tetapi juga terbuka bagi masyarakat luas. Melalui keterlibatan berbagai kalangan, pihaknya ingin membangun ruang perjumpaan yang mampu mempererat hubungan lintas agama dan memperkuat nilai-nilai toleransi.
Ia menilai kehidupan lintas agama di Kota Semarang selama ini telah menunjukkan perkembangan yang positif. Hal itu terlihat dari budaya saling mengunjungi dan memberikan ucapan pada perayaan hari besar keagamaan, yang menjadi salah satu bentuk penghormatan terhadap keberagaman.
"Kalau di Semarang sendiri, kegiatan lintas imannya sangat baik. Misalnya saat Natal kita diundang, kemudian saat Lebaran teman-teman dari jaringan lintas iman juga datang mengucapkan selamat," ungkapnya.
Puji menambahkan, generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga kerukunan karena didukung kemampuan mengakses informasi dan memanfaatkan teknologi digital. Kemampuan tersebut, menurutnya, perlu diarahkan untuk menyebarkan nilai-nilai kemanusiaan serta menangkal informasi yang dapat memicu perpecahan.
"Kita sebagai anak muda juga harus memberi edukasi kepada yang lain, membuat konten kemanusiaan atau kegiatan kolaborasi lintas agama. Bahwasanya misi kemanusiaan dan perdamaian bisa kita lakukan bersama-sama tanpa memandang keyakinannya," tuturnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....