Dinsos Jateng: Sekolah Rakyat Disiapkan untuk Putus Mata Rantai Kemiskinan
- 25 Jun 2026 12:17 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Dinas Sosial Jawa Tengah menegaskan Program Sekolah Rakyat bukan sekadar layanan pendidikan gratis berasrama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program ini disiapkan sebagai strategi pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan, pemetaan bakat, hingga pemberdayaan keluarga siswa.
Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah, Imam Maskur, mengatakan setiap siswa yang diterima di Sekolah Rakyat akan menjalani pemetaan bakat dan minat sejak awal melalui tes talenta. Hasil pemetaan itu menjadi dasar pemerintah dalam menyiapkan masa depan siswa sesuai potensi masing-masing.
"Ketika anak masuk Sekolah Rakyat, talent DNA-nya sudah dipetakan. Jadi sejak awal sudah diketahui minat dan bakatnya, apakah ingin menjadi wirausaha, tenaga kesehatan, pekerja profesional, atau melanjutkan pendidikan tinggi," ujarnya dalam wawancara bersama RRI Semarang, Kamis, 25 Juni 2026.
Menurut Imam, pemerintah telah menyiapkan jalur lanjutan bagi lulusan Sekolah Rakyat. Siswa yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi akan difasilitasi melalui program beasiswa, sedangkan mereka yang memilih bekerja akan diarahkan ke dunia usaha maupun dunia industri.
Selain fokus pada pendidikan anak, Dinsos Jateng juga menjalankan program pemberdayaan ekonomi bagi keluarga siswa. Bentuk dukungannya antara lain bantuan modal usaha, perbaikan rumah tidak layak huni, hingga bantuan akses listrik bagi keluarga yang membutuhkan.
"Kami ingin keluarga yang anaknya sekolah di Sekolah Rakyat menjadi lebih tenang. Anak fokus belajar, sementara keluarga juga mendapatkan dukungan pemberdayaan," katanya.
Saat ini, Program Sekolah Rakyat telah berjalan di 12 kabupaten/kota di Jawa Tengah dan akan terus diperluas melalui pembangunan sekolah permanen di sejumlah daerah. Dinsos Jateng optimistis program tersebut dapat menjadi instrumen efektif untuk menurunkan angka kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem, melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dari keluarga kurang mampu.
"Pemerintah bertanggung jawab penuh terhadap kebutuhan anak selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat. Harapannya, mereka dapat memiliki masa depan yang lebih baik dan mampu mengangkat kesejahteraan keluarganya," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....