Infrastruktur Transportasi Tentukan Keberhasilan Evakuasi Saat Bencana

  • 25 Jun 2026 06:39 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID. Semarang - Infrastruktur transportasi memegang peranan penting dalam mendukung proses evakuasi saat terjadi bencana. Ketersediaan akses jalan, sarana transportasi, serta kesiapan jalur evakuasi menjadi faktor yang menentukan kecepatan penanganan dan keselamatan masyarakat terdampak.

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno, mengatakan kondisi infrastruktur di setiap daerah akan memengaruhi pola penanganan bencana. Menurutnya, wilayah dengan akses jalan yang baik akan lebih mudah dijangkau dibandingkan daerah yang memiliki keterbatasan sarana dan prasarana transportasi.

“Bencana alam bisa terjadi di mana saja. Jika infrastrukturnya baik, proses evakuasi lebih mudah dilakukan. Namun, di daerah dengan akses yang sulit dan sarana yang minim, perlu perhatian khusus dalam penanganannya,” ujarnya, Rabu, 24 Juni 2026.

Ia menjelaskan, dalam kondisi bencana, kendaraan angkut barang seperti truk diperbolehkan digunakan untuk mengangkut masyarakat terdampak. Kebijakan tersebut dinilai penting karena kendaraan tersebut lebih fleksibel untuk menjangkau wilayah yang sulit dilalui kendaraan umum.

“Truk sebenarnya untuk angkutan barang, tetapi dalam kondisi bencana alam diperbolehkan mengangkut orang. Kendaraan seperti ini lebih mudah digunakan untuk proses evakuasi di daerah yang akses jalannya terbatas,” katanya.

Ia menilai Kota Semarang relatif memiliki kesiapan yang cukup baik dari sisi akses transportasi. Namun, daerah pesisir yang rentan terhadap banjir dan rob tetap membutuhkan dukungan kendaraan evakuasi yang sesuai dengan kondisi wilayah serta ketersediaan perahu atau kapal karet untuk keadaan darurat.

“Kalau di Semarang, akses jalan relatif sudah cukup baik. Tinggal bagaimana kesiapan kendaraan dan peralatan evakuasi, terutama di wilayah yang rawan banjir dan rob,” ungkapnya.

Selain sarana transportasi, ia juga menekankan pentingnya keberadaan jalur evakuasi yang terintegrasi dengan sistem transportasi. Menurutnya, masyarakat perlu memahami lokasi jalur darurat dan titik kumpul ketika berada di gedung bertingkat, hotel, pusat perbelanjaan, maupun fasilitas publik lainnya.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan kendaraan pribadi saat proses evakuasi berlangsung. Sebab, kepadatan kendaraan dapat menghambat mobilitas petugas penyelamat, ambulans, maupun kendaraan pemadam kebakaran yang membutuhkan akses cepat menuju lokasi terdampak.

“Masyarakat sebaiknya mengikuti arahan petugas dan menuju titik kumpul yang sudah ditentukan. Penggunaan kendaraan pribadi saat kondisi darurat justru berpotensi menimbulkan kemacetan dan menghambat proses penyelamatan,” katanya.

Ia juga meminta pemerintah tetap memberikan perhatian terhadap anggaran kebencanaan dan pemeliharaan infrastruktur transportasi. Menurutnya, sektor yang berkaitan dengan keselamatan masyarakat tidak seharusnya terdampak kebijakan penghematan anggaran.

“Program yang berhubungan dengan keselamatan dan kebencanaan sebaiknya tidak dikurangi. Infrastruktur yang baik akan sangat membantu proses evakuasi dan penanganan bencana ketika keadaan darurat terjadi,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....