Libur Sekolah, Desa Wisata Kandri Tawarkan Pengalaman Bertani hingga Main Egrang
- 25 Jun 2026 08:37 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID., Semarang - Musim liburan sekolah menjadi momentum bagi keluarga untuk mencari destinasi wisata yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pengalaman belajar bagi anak-anak. Salah satu pilihan yang dapat dikunjungi adalah Desa Wisata Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, yang menawarkan wisata berbasis alam, budaya, dan edukasi.
Ketua Pengelola Desa Wisata Kandri, Saiful Ansori, mengatakan desa wisata tersebut lahir dari inisiatif masyarakat setelah pembangunan Waduk Jatibarang mengubah sebagian lahan produktif warga. Untuk menciptakan sumber penghidupan baru, masyarakat kemudian menggagas pengembangan Desa Wisata Kandri yang resmi ditetapkan sebagai desa wisata oleh Pemerintah Kota Semarang.
Menurutnya, salah satu keunggulan Desa Wisata Kandri adalah paket wisata edukasi yang menyasar pelajar. Melalui program tersebut, peserta diajak belajar langsung di lapangan mengenai pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan.
“Anak-anak tidak hanya melihat gambar di buku pelajaran. Akan tetapi bisa langsung praktik menanam padi, mengenal ekosistem persawahan, hingga memahami proses tanaman pangan dari awal hingga panen,” ujarnya, Rabu, 24 Juni 2026.
Selain edukasi pertanian, Desa Wisata Kandri juga menawarkan pengalaman mengenal permainan tradisional yang kini mulai jarang dimainkan. Wisatawan dapat mencoba berbagai dolanan jadul seperti egrang, dakon, kelereng, hingga permainan berbahan bambu.
Tidak hanya itu, peserta juga diajak mengenal budaya Jawa melalui pengenalan tokoh-tokoh wayang, alat musik gamelan, hingga berbagai kesenian tradisional yang dikemas dalam paket wisata edukatif. Desa Wisata Kandri juga memiliki kuliner khas berupa sego kethek dan dawet rempah sayur yang menjadi daya tarik bagi pengunjung.
Saiful menjelaskan, pengembangan desa wisata dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari kelompok tani, UMKM, karang taruna, kelompok transportasi wisata, hingga pelaku seni dan budaya. Keterlibatan masyarakat tersebut menjadi salah satu kunci keberlanjutan pengelolaan desa wisata selama lebih dari satu dekade.
"Terus juga untuk mendukung kegiatan-kegiatan edukasi itu juga kita punya usaha pendukung pariwisata yang lain. Contohnya ada homestay, ada usaha transportasi, dan pemandu, yang utama itu harusnya untuk kegiatan di lapangan," ujarnya.
Meski demikian, pengelola masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama keterbatasan fasilitas parkir bagi bus besar yang kerap menjadi kendala bagi rombongan wisata. Karena itu, pihaknya berharap dukungan pemerintah untuk melengkapi sarana dan prasarana pendukung pariwisata di kawasan tersebut.
Bagi masyarakat yang ingin mengisi libur sekolah dengan kegiatan edukatif, Desa Wisata Kandri menawarkan pengalaman belajar langsung di alam terbuka. Para pengunjung juga akan diajak mengenal budaya lokal yang masih lestari di tengah perkembangan zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....