Sekolah Rakyat Terpadu Semarang Hampir Rampung, Siap Digunakan Juli 2026
- 24 Jun 2026 20:56 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Pembangunan Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) di kawasan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, hampir rampung. Pemerintah Kota Semarang menargetkan sekolah yang dibangun dengan dukungan APBN itu selesai sepenuhnya pada 10 Juli 2026 dan siap digunakan untuk pembelajaran tahun ajaran baru mulai 14 Juli 2026.
Kepastian itu disampaikan Sekretaris Daerah Kota Semarang, Handi Priyanto, usai meninjau langsung progres pembangunan SRT pada Rabu, 24 Juni 2026. Dari hasil pengecekan lapangan, pembangunan fisik sekolah disebut telah mencapai sekitar 90 persen.
Handi menjelaskan, sejumlah fasilitas utama sudah terbangun, mulai dari ruang kelas, asrama, dapur, toilet, hingga masjid. Menurutnya, pekerjaan yang tersisa tinggal melengkapi beberapa sarana penunjang seperti taman, peralatan masak, dan kebutuhan operasional lainnya.
"Estimasi selesai 100 persen 10 Juli 2026. Saya lihat masih banyak item yang harus disiapkan sebelum anak-anak pindah ke sini, termasuk kesiapan dapur, peralatan masak, asrama, kebersihan, perawatan tempat seluas ini tidak mudah,” kata Handi.
Selain menyiapkan sarana fisik, Pemkot Semarang juga mulai mematangkan kebutuhan operasional sekolah. Salah satunya adalah menyiapkan guru transisi sambil menunggu penugasan tenaga pendidik dari Kementerian Sosial.
Handi mengatakan Dinas Pendidikan diminta menyiapkan guru sementara agar kegiatan belajar mengajar dapat langsung berjalan saat sekolah mulai dibuka. Ia berharap Sekolah Rakyat Terpadu di Semarang dapat menjadi percontohan terbaik di Indonesia.
Sekolah Rakyat Terpadu ini dibangun di atas lahan seluas 6,5 hektare dan diperuntukkan bagi anak-anak Kota Semarang yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), khususnya desil 1 dan 2. Setiap tahun ajaran baru, sekolah ini akan menampung 270 siswa yang terdiri dari 90 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA, dengan total kapasitas keseluruhan mencapai 1.080 siswa.
Dalam kunjungan tersebut, Handi juga mengajak 16 camat se-Kota Semarang untuk melihat langsung progres pembangunan. Langkah itu dilakukan agar para camat dapat menyosialisasikan keberadaan Sekolah Rakyat kepada masyarakat di wilayah masing-masing, terutama bagi keluarga yang masuk kategori penerima sasaran program.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....