Keutamaan Bulan Muharram dan Anjuran Berpuasa

  • 24 Jun 2026 11:09 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang penuh dengan kemuliaan dan memiliki banyak amalan kebaikan di dalamnya. Terdapat dua belas amalan baik yang bisa dilakukan sepanjang bulan ini, mulai dari bersedekah, bersilaturahim, hingga mengunjungi ulama.

MHal tersebut disampaikan Ustad Sholihul Hadi dalam Mutiara Pagi Pro 1 RRI Semarang. Ia menjelaskan meskipun ada banyak bentuk amalan yang disebutkan, riwayat yang sahih secara khusus menekankan pentingnya ibadah puasa dan membaca Al-Qur'an.

"Tetapi di dalam sebuah riwayat yang sahih memang hanya puasa, jadi yang dianjurkan di dalam bulan Muharram itu puasa dan membaca Al-Qur'an, serta memperbanyak tobat,"jelasnya. Rabu (24/06/2026)

Ia juga menjabarkan, Anjuran berpuasa pada tanggal 10 Muharram atau Asyura ini memiliki latar belakang sejarah yang kuat sejak zaman Rasulullah SAW. Ketika Nabi Muhammad SAW berhijrah ke Madinah, beliau mendapati bahwa penduduk Yahudi di sana juga sedang menjalankan ibadah puasa pada hari tersebut.

Pertemuan ini sempat membuat Rasulullah SAW terkejut dan mempertanyakan alasan di balik puasa yang mereka lakukan. Kaum Yahudi kemudian menjelaskan bahwa mereka berpuasa sebagai bentuk rasa syukur atas keselamatan yang diberikan Tuhan kepada Nabi Musa AS dari kejaran Firaun.

Mendengar penjelasan tersebut, Rasulullah SAW menegaskan bahwa umat Islam sebenarnya memiliki kedekatan spiritual yang lebih kuat terhadap Nabi Musa AS dibandingkan kaum Yahudi. Oleh karena itu, beliau merasa umat Islam punya hak juga untuk menghormati dan mensyukuri hari keselamatan tersebut melalui ibadah puasa.

"Rasulullah SAW tetap memberikan arahan agar ibadah umat Islam memiliki ciri khas tersendiri, sehingga ada pembeda waktu berpuasa,"ujar Ustad Sholihul Hadi.

لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُومَنَّ التَّاسِعَ

Artinya: "Jika aku masih hidup pada tahun depan, niscaya aku akan berpuasa pada hari kesembilan (Tasu'a)." (HR. Muslim). [1, 2]

Untuk menjaga perbedaan tersebut, disunahkan bagi umat Islam untuk menambah hari puasa, seperti berpuasa pada tanggal 9 Muharram (Tasu'a). Penambahan ini dilakukan agar pelaksanaan ibadah kita memiliki pembeda yang jelas dan tidak meniru mentah-mentah tradisi kaum lain.

صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

Artinya: "Puasa Asyura, aku memohon kepada Allah agar puasa tersebut dapat menghapus dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim). [1, 2, 3]


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....