Musim Kemarau Mengancam, Modifikasi Cuaca Jadi Upaya Pencegahan
- 23 Jun 2026 12:40 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Untuk menghadapi musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Juli-Agustus mendatang, kerap dilakukan pengendalian cuaca dengan melakukan modifikasi cuaca. Tindakan ini menjadi suatu langkah preventif guna mencegah meluasnya dampak dari cuaca di musim kemarau.
Perekayasa Ahli Muda BMKG Pusat, Fikri Nur Muhammad mengatakan, modifikasi cuaca menjadi bagian dalam pengendalian sumber daya air memanfaatkan parameter iklim dan cuaca. Hal ini bertujuan untuk menambah atau mengurangi intensitas hujan di daerah tertentu, sehingga meninimalkan resiko bencana alam karena cuaca.
“Biasanya operasi modifikasi cuaca saat musim kemarau atau cuaca ekstrem, seperti kemarin waktu di Jawa Tengah kemarin. Itu digunakan sebagai langkah mitigasi pendekatan preventif sebelum nanti memasuki puncak musim kering di bulan Juli atau Agustus,” jelasnya dalam program SPADA PRO 2 Semarang, Rabu, 17 Juni 2026.
Ia menjelaskan, modifikasi cuaca dilakukan sesuai dengan permintaan daerah, melihat kondisi cuaca dan iklim di wilayah masing-masing. Nantinya, BMKG bekerja sama dengan BNPB serta pemerintah daerah atau provinsi, untuk melakukan operasi modifikasi cuaca di daerah tersebut.
“Tantangannya yang biasanya muncul di musim kemarau ini, meningkatnya resiko kebakaran hutan dan lahan. Kemudian kekeringan yang mengancam ketersediaan air bersih, pasokan energi air, meningkatnya polusi udara, biasanya kita melakukan operasi modifikasi cuaca,” ucap Fikri.
Ia mencontohkan modifikasi cuaca yang dilakukannya bersama BMKG di wilayah Kalimantan Tengah selama kurang lebih lima hari. Modifikasi cuaca ditujukan untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap terjadi di wilayah tersebut.
“Kita melakukan selama lima hari ke depan, kita membasahi lahan-lahan gambut. Karena karhutla itu kita berkaitan dengan tanah gambut yang mudah terbakar kalau musim kering, maka kita basahi dulu biar nanti saat tibanya musim kering tanahnya tidak mudah terbakar,” ungkapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....