Terumbu Buatan Undip Lolos Program Hilirisasi Nasional, Siap Perkuat Ekonomi Biru
- 17 Jun 2026 07:59 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Terumbu buatan hasil inovasi Universitas Diponegoro (Undip) terpilih dalam Program Lab2Market 2026, sebuah program nasional yang berfokus pada percepatan hilirisasi dan komersialisasi hasil riset perguruan tinggi. Capaian tersebut membuka peluang bagi teknologi tersebut untuk diterapkan lebih luas dalam mendukung penguatan ekonomi biru di Indonesia.
Inovasi bernama Artificial Fish Apartment (AFA) itu dikembangkan oleh tim peneliti Undip di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Ir. Munasik, M.Sc. Terpilihnya AFA diumumkan melalui pemberitahuan resmi dari penyelenggara pada 9 Juni 2026.
Prof. Munasik mengatakan capaian tersebut menjadi motivasi bagi tim peneliti untuk terus mendorong hasil riset agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, Program Lab2Market menjadi peluang penting untuk memperkuat proses hilirisasi inovasi yang telah dikembangkan.
“Ini menjadi peluang penting untuk memperkuat proses hilirisasi inovasi yang telah kami kembangkan. Harapannya, AFA tidak hanya menjadi produk riset, tetapi juga solusi nyata yang mampu mendukung pemulihan ekosistem laut dan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ujarnya dalam siaran pers, Selasa, 16 Juni 2026.
Menurutnya, program Lab2Market menjadi wadah strategis bagi inovasi berbasis riset yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk atau solusi yang siap diterapkan di masyarakat maupun dunia industri. Melalui program tersebut, berbagai inovasi perguruan tinggi didorong agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas.
Ia menjelaskan, Artificial Fish Apartment merupakan teknologi terumbu buatan yang memanfaatkan material Fly Ash Bottom Ash (FABA), yakni limbah hasil industri yang diolah kembali menjadi struktur ramah lingkungan bagi habitat biota laut. Teknologi ini dikembangkan untuk mendukung rehabilitasi ekosistem pesisir, meningkatkan produktivitas perikanan, sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.
Dalam pengembangannya, AFA telah mencapai tingkat kesiapan teknologi atau Technology Readiness Level (TRL) 7–8 dan telah diuji di sejumlah wilayah pesisir Indonesia. Hasil pemantauan menunjukkan adanya peningkatan jumlah ikan, keanekaragaman hayati, serta terbentuknya habitat laut yang lebih kompleks dan produktif.
Selain memberikan manfaat ekologis, teknologi tersebut dinilai lebih efisien secara ekonomi karena biaya produksinya lebih rendah dibandingkan produk terumbu buatan impor. Kondisi tersebut dinilai mendukung pengembangan ekonomi biru berbasis inovasi dalam negeri.
Program Lab2Market 2026 akan memberikan pendampingan intensif kepada tim AFA dalam berbagai aspek, mulai dari validasi pasar, penyempurnaan model bisnis, penguatan hak kekayaan intelektual, hingga pengembangan strategi komersialisasi dan jejaring investor. Dukungan tersebut diharapkan dapat mempercepat implementasi AFA sebagai teknologi unggulan di bidang restorasi ekosistem laut.
Inovasi tersebut juga sejalan dengan komitmen Undip dalam mendukung pengembangan ekonomi biru dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-14 tentang pelestarian ekosistem laut. Sebagai bagian dari tahapan program, tim AFA dijadwalkan mengikuti kegiatan Kick-Off Lab2Market 2026 di Jakarta pada 25–26 Juni 2026 sebagai langkah awal menuju penerapan yang lebih luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....