TPS 3R Margorejo Kendal Luncurkan Petasol, Bahan Bakar Murah dari Sampah Plastik

  • 12 Jun 2026 09:49 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kendal - TPS 3R Desa Margorejo Kecamatan Cepiring Kendal mulai mengoperasikan alat mesin pirolisis multikondensor Gen 5.0 (Faspol 5.0) yang memproduksi petasol, bahan bakar dari sampah plastik. Launching pengoperasian alat pirolisis bantuan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) itu dilakukan oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, Kamis, 11 Juni 2026.

Launching juga dihadiri President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, yang sekaligus membuka Kompetisi PFsains 2027. Alat pirolisis merupakan salah satu karya riset inovator, pemenang Kompetisi PFsains yang diadakan oleh Pertamina Foundation.

Wamenko Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq menegaskan, pentingnya manajemen pengelolaan yang bagus. Pasalnya, secanggih teknologi apapun, akan terlantar jika manajemen tidak dilakukan secara sungguh-sungguh. "Harapannya, Desa Margorejo bisa menjadi desa yang tuntas memanfaatkan sampah secara nasional, sehingga manajemen pengelolaan harus bagus," ucapnya.

Wamenko Hanif Faisol mengatakan, berdasarkan catatan Kementerian Lingkungan Hidup, produksi sampah di Kendal rata-rata 437 ribu ton per hari. Namun, saat ini sampah yang bisa dikelola, baru 26 persen, dan sisanya 74 persen tersebar di mana-mana, seperti sungai, sawah, got dan lainnya.

"Keberadaan Kelompok Masyarakat Peduli Sampah harus terus digerakkan agar mampu berdikari. Alat pirolisis ini menjadi salah satu serkuler ekonomi dalam penanganan sampah," katanya.

President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari mengatakan, petasol telah teruji dan tersertifikasi kompatibel untuk digunakan pada mesin diesel konvensional. Mesin fast pirolisis Gen 5.0 (Faspol Gen 5.0) ini berkapasitas 50 kilogram per hari dan 79% lebih rendah emisi, berkat model destilasi ganda serta menghasilkan petasol lebih murah dibanding solar konvensional (Rp 4.700 per liter).

"Harganya lebih murah. Bisa membantu warga yang membutuhkan, seperti para nelayan dan petani," ujarnya.

Agus Mashud menjelaskan, Faspol Gen 5.0 adalah hasil inovator Tri Martini, pemenang kompetisi inovasi teknologi dan energi yang digelar oleh Pertamina Foundation. Ada 45 inovator yang diciptakan dan salah satunya Tri Martini dengan inovasi teknologi pirolisis dan varietas ketahanan sanitasi untuk lahan pesisir.

"Teknologi pirolisis sangat penting diimplementasikan kepada masyarakat di Indonesia. Untuk mengatasi permasalahan sampah dan menghasilkan nilai ekonomi," ucapnya.

Anggota Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Tri Mumpuni mengatakan, harus terus ada penyadaran dari masyarakat, bahwa ada manfaat terbesar yang didapat jika menggunakan alat pirolisis. Harapannya, Pemda harus mendampingi, agar peduli sampah betul-betul bisa menyatu dengan kehidupan masyarakat.

"Mengumpulkan sampah, memilah sampah dan mengolah sampah menjadi petasol yang harus dilihat keuntungan ekonominya. Ke depan, bisa dinikmati oleh masyarakat, karena per liter akan dijual seharga Rp 10 ribu rupiah," katanya.

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari berharap, Desa Margorejo bisa menjadi percontohan atau pilot projek penggunaan alat pirolisis. Pemkab Kendal pun telah menganggarkan pengadaan alat pirolisis untuk desa-desa yang siap mengunakan alat pirolisis.

"Yang harus digerakkan adalah kesadaran masyarakat untuk peduli sampah. Terus gerakkan pilah sampah di rumah," katanya. (FR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....