Pengamat: Event Pariwisata dan UMKM Perkuat Daya Tarik Wisata Kota Semarang

  • 28 Mei 2026 11:55 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID., Semarang- Sektor pariwisata Kota Semarang terus diperkuat, salah satunya melalui berbagai gelaran event yang melibatkan masyarakat dan pelaku UMKM lokal. Langkah tersebut dinilai menjadi strategi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus mengubah stigma Semarang sebagai kota transit menjadi kota tujuan wisata.

Pengamat pariwisata Universitas Semarang atau USM, Muhammad Satrio Wibowo mengatakan, event pariwisata memiliki dampak besar terhadap promosi daerah dan pergerakan ekonomi masyarakat. Menurutnya, kegiatan yang digelar saat peringatan Hari Jadi Kota Semarang ke-479 beberapa waktu lalu mampu menjadi ruang promosi bagi pelaku UMKM sekaligus menarik kunjungan wisatawan.

Satrio menjelaskan, event pariwisata sebaiknya tidak hanya bersifat hiburan, tetapi juga menonjolkan identitas dan kearifan lokal Kota Semarang. Ia mencontohkan kegiatan di Desa Wisata Kandri maupun kawasan Sam Poo Kong yang dinilai mampu menghadirkan ciri khas budaya lokal sebagai daya tarik wisata.

Menurutnya, inovasi dan kebaruan dalam penyelenggaraan event juga menjadi faktor penting agar wisatawan tidak merasa bosan untuk kembali berkunjung. Selain mempertahankan unsur budaya lokal, pengemasan acara yang kreatif dinilai mampu meningkatkan minat masyarakat untuk datang ke Kota Semarang.

Ia menilai, pengembangan event tourism di Kota Semarang sejauh ini menunjukkan kemajuan, baik dari sisi pelayanan maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia penyelenggara. Ia juga mengapresiasi semakin aktifnya promosi wisata melalui media sosial dan platform digital yang dinilai efektif memperluas jangkauan promosi pariwisata.

"Memang event itu bisa menjadi salah satu sarana promosi dari sebuah tempat maupun sebuah destinasi atau kalau kita bicara ini adalah Kota Semarang. Jadi, memang rutinitas yang sudah digelar untuk memperingati hari Kota Semarang itu memang adanya beberapa event, memang event ini cukup berdampak ya," ujarnya.

Selain itu, keterlibatan masyarakat lokal dan pelaku UMKM dinilai menjadi bagian penting dalam penguatan ekonomi daerah. Sejumlah kawasan seperti Simpang Lima dan Taman Indonesia Kaya disebut telah berkembang menjadi pusat kuliner dan produk khas Semarang yang memudahkan wisatawan mencari identitas kuliner lokal.

"Dengan mengeksplor atau membahas tentang kebudayaan itu menjadi hal yang sangat menarik karena mungkin kebudayaan di Kota Semarang diwakili oleh Desa Wisata Kandri atau di Sampokong, itu memang tidak ada di tempat yang lain. Akhirnya itu yang menjadi daya tarik sehingga nanti wisatawan akan datang berkunjung di Kota Semarang," imbuhnya.

Meski demikian, Satrio menilai masih terdapat tantangan untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan di Kota Semarang. Menurutnya, penyelenggaraan event secara berkelanjutan dan saling berdekatan dapat menjadi strategi agar wisatawan tidak hanya singgah, tetapi menetap lebih lama sehingga perputaran ekonomi di sektor hotel, kuliner, dan transportasi semakin meningkat.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, akademisi, komunitas, serta masyarakat terus diperkuat agar event pariwisata yang digelar tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi positif sekaligus menjaga kebudayaan lokal Kota Semarang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....