Dari Kebumen ke Hongkong, Kerajinan Serat Alam Lokal Tembus Pasar Global

  • 22 Mei 2026 14:23 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID., Semarang- Kerajinan serat alam asal Kabupaten Kebumen berhasil menembus pasar internasional melalui produk-produk unggulan yang diproduksi Kampoeng Anyaman. Usaha yang dirintis sejak 2019 itu kini mampu bersaing di pasar global, salah satunya Hongkong.

Owner Kampoeng Anyaman, Danang Sudrajat mengatakan, pemasaran produk dilakukan melalui media sosial dan partisipasi dalam berbagai pameran nasional maupun internasional. Salah satunya, dengan terpilih mewakili Indonesia melalui Kementerian Perindustrian untuk mengikuti pameran di Hongkong.

Menurut Danang, produk kerajinan Indonesia mendapat respons positif dari pasar luar negeri karena dinilai memiliki kreativitas dan inovasi tinggi. Produk-produk yang dipamerkan saat itu bersaing dengan kerajinan dari sejumlah negara lain yang lebih dahulu memasuki pasar ekspor.

“Saat itu kita dipilih dari dari ratusan UMKM yang ada di Indonesia melalui Kementerian Perindustrian, kita pameran selama 3 bulan 1 minggu. Alhamdulillah di sana respons sangat positif terhadap produk-produk kerajinan Indonesia, karena memang ide kreatif dan inovasi dari Indonesia itu sangat diapresiasi di market luar,” ujar Danang kepada RRI, Selasa, 19 Mei 2026.

Ia menceritakan pengalamannya saat berada di pameran tersebut. Menurutnya, dari segi kualitas Indonesia seharusnya tidah kalah saing dalam hal kualitas produk.

"Jadi, kami ketemu dengan beberapa buyer yang memang langganan dari belinya di luar Indonesia seperti itu. Nah, ternyata produk yang mereka beli itu produksinya kita buat juga dengan harga yang lebih bagus dan juga dengan kualitas yang lebih bagus," jelasnya.

Ia menjelaskan, Kampoeng Anyaman saat ini memiliki tiga kategori produk unggulan. Ada produk home decor dan kebutuhan hotel, produk fashion seperti tas dan topi, serta souvenir untuk kebutuhan korporasi maupun pernikahan.

Dalam proses produksinya, Kampoeng Anyaman memberdayakan ratusan ibu rumah tangga di wilayah Kabupaten Kebumen. Para pengrajin dilibatkan secara fleksibel agar tetap dapat menjalankan aktivitas rumah tangga sambil memperoleh tambahan penghasilan.

“Sekarang hampir 300 ibu-ibu pengrajin sudah menjadi mitra kami. Target ke depan bisa mencapai seribu pengrajin,” katanya.

Selain memperluas pasar ekspor, Kampoeng Anyaman juga berupaya menjaga keberlanjutan usaha melalui pelatihan kerajinan di sekolah serta pembentukan kelompok pengrajin baru di sejumlah desa. Danang menilai inovasi menjadi faktor penting agar UMKM mampu bertahan dan bersaing di pasar global.

"Ya, bagi pengusaha ekspor seperti kami sebenarnya untuk nilai tukarnya menguntungkan. Di lain sisi, karena bahan material yang kita pakai hampir 95 persen lokal, jadi ada kenaikan harga yang memang kita siasati dengan meningkatkan harga jual kita ke pasar ekspor," ungkapnya.

Ia pun menargetkan minimal satu inovasi produk baru setiap tahun guna mengikuti perkembangan pasar internasional. Ke depan, Kampoeng Anyaman berharap dukungan promosi dan akses pameran internasional terus diperkuat agar produk kerajinan lokal Indonesia semakin dikenal di mancanegara.

"Orang Indonesia itu tidak kekurangan orang kreatif tapi kekurangan untuk keberlanjutan konsistensinya yang memang tantangannya ke depan. Kita patut untuk berbangga dengan produk apa yang kita hasilkan dan jangan takut untuk mencari zona yang tidak nyaman, yang ternyata itu menjadi potensi bagus untuk produk-produk kita," tuturnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....