Tak Harus ke Kota, BUMDes Bisa Jadi Solusi Lapangan Kerja bagi Anak Muda Desa
- 20 Mei 2026 17:48 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang- Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dinilai memiliki potensi besar menjadi solusi untuk membuka lapangan kerja di desa dan mengurangi ketergantungan generasi muda untuk merantau ke kota. Jika dikelola secara profesional, keberadaan BUMDes diyakini mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang menggerakkan ekonomi desa secara luas.
Pengamat ekonomi dari Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Judi Budiman mengatakan BUMDes tidak hanya berfungsi sebagai unit usaha desa. Akan tetapi, BUMDes juga dapat menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui penciptaan peluang kerja baru.
“BUMDes ini kalau memang berkembang itu menyerap lapangan kerja karena efeknya multiplier. Jadi tidak hanya usaha BUMDes itu sendiri, tetapi juga memicu tumbuhnya usaha-usaha lain,” ujarnya dalam dialog Semarang Menyapa Pro 1 RRI Semarang, Senin, 18 Mei 2026.
Menurut Judi, pengembangan usaha desa seperti sektor pariwisata dapat memberikan dampak ekonomi yang luas. Ketika sebuah destinasi wisata berkembang, maka akan muncul aktivitas ekonomi turunan yang ikut tumbuh, mulai dari pedagang, warung makan, hingga usaha kecil masyarakat sekitar.
“Kalau BUMDes bisa mengembangkan destinasi wisata, itu tidak hanya pusat wisatanya yang berkembang. Ini bisa memicu industri kecil lain, pedagang, toko, restoran, sehingga menyerap banyak lapangan kerja,” katanya.
Ia menilai kondisi tersebut dapat menjadi peluang bagi generasi muda agar tidak selalu berorientasi bekerja di kota besar. Kehadiran BUMDes yang kuat dapat memberikan alternatif pekerjaan sekaligus ruang bagi anak muda untuk membangun desa asalnya.
“BUMDes bisa jadi salah satu solusi karena akan memberikan kontribusi dalam menyerap lapangan kerja. Jadi, generasi muda punya peluang untuk bekerja dan berkembang di desa,” ucapnya.
Selain membuka pekerjaan secara langsung, Judi menyebut keberadaan BUMDes juga dapat mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi rumah tangga melalui efek berganda dari usaha yang dijalankan. Hal ini terutama terjadi jika BUMDes mengelola sektor strategis seperti wisata, pengelolaan sampah, air bersih, maupun usaha berbasis potensi lokal.
Meski demikian, Judi mengingatkan pengembangan BUMDes harus dilakukan dengan perencanaan matang agar manfaat ekonominya benar-benar terasa bagi masyarakat. Menurutnya, pemilihan segmen usaha yang tepat menjadi kunci agar BUMDes mampu berkembang tanpa berbenturan dengan usaha milik warga.
Ia berharap pemerintah desa terus memperkuat kapasitas pengelola BUMDes agar mampu menciptakan usaha yang berkelanjutan dan berdampak luas. Dengan begitu, desa tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga ruang tumbuh ekonomi yang menjanjikan bagi generasi muda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....