Harkitnas 2026, Komisi A DPRD Jateng Ingatkan Hoaks Jadi Ancaman Kedaulatan Bangsa
- 20 Mei 2026 14:23 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang- Ketua Komisi A DPRD Jawa Tengah, Imam Teguh Purnomo menegaskan pentingnya peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 sebagai momentum untuk membangkitkan kembali semangat persatuan dan nasionalisme di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Jika dahulu bangsa Indonesia menghadapi penjajahan fisik, menurutnya, kini ancaman yang muncul justru berasal dari hoaks, disinformasi, hingga pudarnya nilai kebangsaan.
Ia mengatakan, makna kebangkitan nasional saat ini perlu dimaknai berbeda sesuai tantangan zaman. “Sekarang tantangan kita adalah keterbelahan sosial, hoaks dan disinformasi, rendahnya kepercayaan publik, kesenjangan pelayanan, dan ancaman pudarnya nilai kebangsaan,” ujarnya dalam dialog Semarang Menyapa Pro 1 RRI Semarang, Rabu, 20 Mei 2026.
Menurut Imam, kondisi tersebut membuat masyarakat, khususnya generasi muda, harus lebih cerdas dalam menerima informasi di era digital. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpancing membagikan ulang informasi tanpa mengecek kebenarannya terlebih dahulu.
“Pada saat mendapatkan suatu berita, sebelum di-share atau di-upload ulang, harus kita saring dulu. Kita lihat sumbernya dari mana, berita itu benar atau tidak,” katanya.
Imam menilai penyebaran hoaks di media sosial menjadi salah satu faktor yang dapat memicu perpecahan di masyarakat. Oleh karena itu, kemampuan literasi digital menjadi penting agar generasi muda tidak menjadi korban maupun penyebar informasi palsu.
Selain literasi digital, ia juga menekankan pentingnya membangkitkan optimisme masyarakat terhadap negara. Menurutnya, semangat kebangkitan nasional harus diwujudkan melalui pelayanan publik yang lebih baik dan kehadiran negara yang benar-benar dirasakan manfaatnya.
“Kebangkitan nasional hari ini bagaimana kita membangkitkan kembali optimisme rakyat terhadap negara. Negara harus hadir, pemerintah harus melayani, demokrasi harus dirasakan manfaatnya,” ucap Imam.
Di sisi lain, Imam mengingatkan, tugas menjaga tunas bangsa tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Peran keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial juga penting untuk membentuk karakter generasi muda agar tetap memiliki semangat nasionalisme di tengah derasnya arus informasi digital.
“Peringatan Hari Kebangkitan Nasional bukan soal mengenang masa lalu, tapi memastikan api perjuangan itu tetap menyala. Mari bangkit bersama, menjaga persatuan dan menguatkan Indonesia,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....