Makna Mendalam di Balik Bulan Dzulhijjah
- 20 Mei 2026 05:46 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu momentum yang sangat akrab dan dinantikan oleh umat Islam di berbagai belahan dunia. Ustad Sholihul Hadi menjelaskan bahwa bulan ini sering kali diidentikkan dengan bulan haji, bulan besar, serta bulan pesta karena adanya ibadah kurban.
Berbeda dengan bulan-bulan lainnya, Dzulhijjah memiliki esensi khusus yang berfokus pada kedekatan seorang hamba kepada penciptanya. Ustad Sholihul Hadi menegaskan, " kalau bulan Dzulhijjah ini bukan penggemblengan tetapi bulan bagi kita semua untuk terus mendekatkan diri kepada Allah,"jelasnya dalam Dialog bersama Pro 1 RRI Semarang.
Upaya untuk mendekatkan diri tersebut salah satunya diwujudkan melalui anjuran mengumandangkan takbir. Waktu yang diberikan pun cukup panjang, yaitu mulai dari tanggal 10 hingga 13 Dzulhijjah setelah melaksanakan salat fardu.
"Maka Dzulhijjah ini saatnya kita untuk mendekatkan diri kepada Allah, maka dikasih waktu yang lebih panjang yaitu tanggal 10, 11, 12, 13 untuk membaca takbir... setiap setelah melaksanakan salat fardu,"imbuhnya.
Selain takbir dan kurban, umat Islam yang tidak melaksanakan ibadah haji juga dianjurkan untuk menjalankan puasa sunah. Puasa tersebut dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijah yang disebut puasa Tarwiyah, serta tanggal 9 Dzulhijah yang dikenal sebagai puasa Arafah.
Sementara itu, bagi para jemaah yang sedang berada di tanah suci, mereka biasanya tidak melaksanakan puasa di hari Arafah. Hal ini dikarenakan kondisi fisik dan cuaca ekstrem di Makkah yang menuntut mereka untuk lebih fokus pada ibadah inti.
Ustad Sholihul Hadi memaparkan bahwa para jemaah haji di Padang Arafah akan memaksimalkan waktu mereka untuk bertobat. "Biasanya mereka lebih fokus kepada takorub ilallah, takorban ilallah untuk membaca tasbih, tahmid, kemudian istigfar sebanyak-banyaknya itu pas di yaumul Arafah," jelas beliau.
Bagi umat Muslim yang belum mendapatkan kesempatan ke tanah suci, keutamaan bulan ini tetap bisa diraih dengan maksimal. Menjalankan puasa Tarwiyah dan Arafah menjadi alternatif utama untuk merasakan keberkahan dan kedekatan kepada Allah SWT.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....